BerandaADVERTORIALBupati Natuna dan Tim SAR Gabungan Tanggap Bencana Serasan kembali ke Ranai

Bupati Natuna dan Tim SAR Gabungan Tanggap Bencana Serasan kembali ke Ranai

Tampak Bupati Natuna, Wan Siswandi, bersama para tim SAR gabungan tiba di Pelabuhan Tanjung Payung, Penagi, pada Senin (20/03/2023) siang. (foto : Sholeh)

Natuna, SinarPerbatasan.com – Bupati Natuna Wan Siswandi bersama Tim Gabungan Tanggap Bencana Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, dengan menggunakan MV Indra Perkasa-159, kembali ke Kota Ranai, yang merupakan Ibukota Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Tampak dalam rombongan saat kapal cepat milik Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna itu merapat di Pelabuhan Penagi, Ranai, yakni Kapolres Natuna AKBP Nanang Budi Santosa, dan sejumlah rombongan lainnya.

“Ayo rekan-rekan, kita jemput para pejuang bencana longsor Serasan, hari ini tiba di Pelabuhan Penagi,” ajak Sekda Natuna Boy Wijayanto Varianto, kepada sejumlah awak media di Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, pada Senin (20/03/2023) siang.

Bupati Natuna, Wan Siswandi, didampingi Ketua PKK Natuna, Septi Dwiani Wan Siswandi, saat keluar dari kapal MV Indra Perkasa 159 seusai dari Serasan.

Kata Boy, seluruh tim SAR gabungan tanggap bencana tanah longsor Serasan, telah berjuang keras dalam mencari dan mengevakuasi para korban terdampak tanah longsor di Pulau Serasan.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

“Karena masa tanggap daruratnya sudah selesai sejak tanggal 18 kemarin, jadi sudah saatnya kembali ke Ranai,” terang Boy.

Tim Gabungan Tanggap Bencana Kecamatan Serasan dan Serasan Timur adalah tim dari unsur TNI/Polri dan instansi lainnya, dibentuk mendadak demi membantu mengevakuasi korban longsor di Kampung Genting, Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan pada Senin (06/03/2023) lalu.

Kedatangan Bupati Natuna beserta rombongan di Pelabuhan Tanjung Payung Penagi, disambut oleh Sekda Natuna, Boy Wijanarko Varianto dan Kepala Dishub Natuna, Alazi.

Dari perjuangan tim, bersama Bupati Natuna Wan Siswandi dan wakilnya, Rodhial Huda, berhasil mengungsikan dua ribuan warga korban maupun terdampak longsor Serasan, serta mengevakuasi 50 orang meninggal dunia, dan 4 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Sementara Serasan dan Serasan Timur, dua kecamatan terpisah lautan dari Kota Ranai. Perlu waktu tempuh 7 hingga 12 jam menggunakan transportasi laut ke kedua kecamatan perbatasan dengan Sematan, Malaysia tersebut.

Otomatis saat terjadi bencana tanah longsor di Kampung Genting, Bupati, Wabup dan Tim Gabungan harus berjuang melewati lautan, apalagi 15 hari lalu, cuaca di laut kurang bersahabat. (Advertorial)

Editor : Imam Agus

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine


Google search engine

Google search engine

Google search engine

Most Popular

Recent Comments

https://ibb.co/hBb6x82