Dari Sampah Jadi Karya Bernilai, DEMA STAI Natuna Belajar Langsung ke Pakar Daur Ulang di Penagi

0
51
Google search engine

Natuna, SinarPerbatasan.com — Di tengah persoalan sampah plastik yang kian mengkhawatirkan, secercah harapan muncul dari Kota Tua Penagi.

Ketua Bank Sampah setempat, Agus Sutrisno, membuktikan bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan bisa disulap menjadi karya bernilai dan peluang usaha berkelanjutan.

Semangat itulah yang mendorong DEMA STAI Natuna melakukan kunjungan dan silaturahmi ke Bank Sampah Kota Tua Penagi, Rabu (28/01/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa untuk mendorong gerakan kreatif pengelolaan sampah di Natuna.

Rombongan DEMA yang hadir di antaranya Presiden Mahasiswa Muhammad Raus, Sekretaris Sonia, Bendahara Sarmila, Menteri Ekonomi Sella, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Radika Wulandari.

Belajar Mengolah Sampah Jadi Karya Berkelanjutan

Muhammad Raus menjelaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga langkah awal untuk menghadirkan pelatihan daur ulang dan lokakarya pengelolaan sampah bagi generasi muda.

“Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja DEMA. Kami ingin mengadakan pelatihan daur ulang sampah agar bisa menjadi karya yang berkelanjutan dan bermanfaat,” ujar Raus.

Agus Sutrisno: Anak Muda Harus Bisa Berkreasi

Dalam pertemuan tersebut, Agus Sutrisno menyampaikan harapannya agar anak muda Natuna lebih peduli dan kreatif dalam mengelola sampah.

“Saya ingin anak muda Natuna bisa berkreasi mendaur ulang sampah. Ini bisa jadi peluang usaha. Natuna masih sering kita lihat sampah dibakar atau dibuang sembarangan, bahkan pantai kita penuh sampah plastik,” ungkapnya.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

Tak hanya itu, Agus juga menjalankan sistem bank sampah dengan harga yang telah ditentukan.

Masyarakat dapat menabung sampah, bahkan ada program unik yang memungkinkan sampah ditukar menjadi emas batangan melalui kerja sama (MoU) dengan Pegadaian Natuna.

Bagi masyarakat yang ingin bersedekah, sampah juga bisa diserahkan langsung kepada Bank Sampah.

Hasil pengolahan sampah yang menjadi uang akan disalurkan untuk kegiatan sosial seperti membantu anak yatim dan pembangunan masjid.

Kursi, Meja, Tas hingga Kerajinan Cantik dari Limbah

Berbagai karya sudah berhasil dibuat Agus dari bahan daur ulang. Mulai dari kursi dan meja berbahan plastik, tas, sandal, pot bunga, tabungan kreatif, hingga berbagai kerajinan lainnya.

Semua itu membuktikan bahwa sampah, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi sumber penghidupan sekaligus solusi menjaga lingkungan.

Apresiasi Mahasiswa untuk Pejuang Lingkungan Natuna

Muhammad Raus pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi Agus Sutrisno yang dinilai sebagai sosok inspiratif bagi generasi muda.

“Kami sangat mengapresiasi beliau. Pak Agus adalah salah satu orang yang peduli terhadap lingkungan Natuna. Harapan kami ke depan, anak muda Natuna tidak lagi membuang sampah sembarangan agar lingkungan tetap terjaga untuk generasi berikutnya,” tuturnya.

Kegiatan kunjungan tersebut ditutup dengan sesi foto bersama, menandai awal kolaborasi mahasiswa dan pegiat lingkungan untuk Natuna yang lebih bersih dan kreatif. (Erwin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini