Anambas, SinarPerbatasan.com —
Warga Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, kembali mengeluhkan kondisi memprihatinkan akses jalan utama menuju Kecamatan Palmatak.
Jalan yang menjadi nadi kehidupan masyarakat itu dilaporkan mengalami kerusakan parah dan telah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan yang berarti.
Pantauan warga di lapangan menunjukkan, di sejumlah titik jalan terdapat lubang-lubang dalam, permukaan jalan berlumpur saat hujan, dan berubah menjadi sumber debu tebal ketika musim kemarau.
Kondisi ini tak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung pada sektor ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
“Kalau hujan, jalan jadi licin dan berlumpur. Sudah sering orang jatuh, terutama pengendara motor,” ujar Awe, salah seorang warga Desa Air Asuk, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Jumat (23/01/2025).
Menurut warga, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses vital bagi masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian, bepergian ke pusat kecamatan, mengantar anak-anak ke sekolah, hingga menuju Puskesmas Palmatak.
Kerusakan yang terus dibiarkan membuat aktivitas harian warga serba terhambat.
Tak jarang, kondisi jalan memicu kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua. Lubang-lubang jalan yang tertutup genangan air saat hujan menjadi jebakan berbahaya, sementara debu tebal di musim kemarau mengganggu pernapasan warga yang tinggal di sekitar jalan.
Dampak ekonomi pun kian terasa. Distribusi hasil pertanian menjadi lambat dan biaya logistik meningkat.
“Hasil kebun susah dibawa keluar, ongkos jadi mahal. Pendapatan kami jelas berkurang,” keluh warga lainnya.
Lebih dari sekadar persoalan infrastruktur, warga menilai kondisi ini mencerminkan minimnya perhatian pemerintah. Pasalnya, kerusakan jalan sudah terjadi dalam waktu lama tanpa penanganan serius.
“Kami merasa seperti diabaikan. Jalan ini rusak bukan satu atau dua bulan, tapi sudah bertahun-tahun,” ungkap Awe.
Masyarakat Desa Air Asuk berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan menindaklanjuti keluhan ini.
Perbaikan permanen atau setidaknya penanganan darurat dinilai sangat mendesak, mengingat jalan tersebut merupakan urat nadi kehidupan warga.
“Yang kami minta sederhana, jalan bisa dilalui dengan aman. Supaya ekonomi jalan, anak-anak sekolah tidak terhambat, dan kalau sakit bisa cepat ke Puskesmas,” tutupnya. (Thony)














