Natuna, SinarPerbatasan.com – Di bawah langit Natuna yang teduh, suasana khidmat menyelimuti Masjid Mina Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad (Lanud RSA), Rabu (21/1/2026).
Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun merdu, membuka peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M yang digelar penuh makna oleh keluarga besar Lanud RSA.
Peringatan peristiwa agung perjalanan spiritual Rasulullah SAW ini bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai keimanan bagi para prajurit, PNS, serta keluarga besar Lanud RSA yang bertugas di wilayah perbatasan NKRI.
Dalam sambutan tertulisnya, Komandan Lanud Raden Sadjad, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., menegaskan bahwa Isra Mi’raj merupakan momentum penting untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan semangat pengabdian.
“Nilai-nilai tersebut sejalan dengan jati diri prajurit TNI AU dan aparatur negara, yang dituntut untuk senantiasa profesional, solid, serta mengutamakan persatuan dalam setiap pelaksanaan tugas,” pesan Danlanud RSA.
Mengusung tema “Dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW Membentuk Karakter Prajurit yang Prima Guna Menuju Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan mental dan rohani, sekaligus pengingat bahwa kekuatan pertahanan negara juga bertumpu pada keteguhan iman dan karakter.
Makna Isra Mi’raj semakin diperdalam melalui ceramah yang disampaikan Ustaz Drs. Firdaus Syam. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan shalat sebagai pilar utama kehidupan, baik sebagai pribadi, keluarga, maupun sebagai prajurit yang mengemban amanah negara.
Doa bersama pun dipanjatkan, memohon keselamatan, kelancaran tugas, dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar Lanud RSA yang menjaga kedaulatan udara di wilayah perbatasan.
Namun, kehangatan peringatan Isra Mi’raj ini mencapai puncaknya saat Danlanud RSA bersama Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I Lanud RSA, Ny. Marni Onesmus Pasaribu, menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim. Senyum tulus dan mata berbinar anak-anak tersebut menjadi simbol kepedulian dan kasih sayang yang tumbuh di tengah disiplin militer.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I Lanud RSA, para Kepala Dinas, Karumkit, para Dansat, seluruh personel militer dan PNS, pengurus serta anggota PIA Ardhya Garini, serta masyarakat sekitar Lanud RSA.
Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, Lanud RSA tidak hanya memperkuat nilai spiritual prajurit, tetapi juga menegaskan komitmen untuk selalu hadir dan berbagi dengan masyarakat.
Dari Masjid Mina di ujung negeri, cahaya kepedulian dan keteladanan pun terus ditebarkan, menjadi energi moral dalam menjaga langit Indonesia. (Erwin)














