Tanjung Jabung Barat, SinarPerbatasan.com – PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL), operator Wilayah Kerja (WK) Jabung, menegaskan komitmennya untuk menjalankan program pengeboran dan eksplorasi migas secara efisien, aman, dan bertanggung jawab bagi komunitas maupun lingkungan sekitar.
Sebagai bagian dari Komitmen Kerja Pasti (KKP) 2023–2028, PCJL menargetkan eksplorasi di enam sumur.
Vice President Operations PCJL, Khostarosa Andika Jaya, menyampaikan bahwa perusahaan telah memulai eksplorasi di dua sumur dan merencanakan pengeboran eksplorasi ketiga pada 2027.
Selain itu, PCJL telah menyelesaikan kegiatan seismik 3D di Ketemu dan Rukam, serta 2D Seismik Eastern Jabung dengan total 1.747.849 jam kerja aman.
“Pada 2026, kami tidak hanya fokus pada pengeboran sumur pengembangan, tetapi juga pengembangan sejumlah fasilitas produksi dengan pembiayaan yang efisien,” ujar Andika.
Efisiensi Pengeboran Capai 14 Persen
Hingga 2025, PCJL telah menyelesaikan pengeboran 7 dari 9 sumur pengembangan dengan efisiensi biaya mencapai USD 5,6 juta (14%) dari total anggaran US$41,2 juta yang disetujui SKK Migas.
Efisiensi tersebut diperoleh melalui desain sumur yang lebih tepat, pengendalian non-productive time, serta pemanfaatan teknologi seperti high-performance drill bit, AI-assisted drilling, dan MWD generasi terbaru.
Selain drilling, PCJL juga melaksanakan 11 program workover dan 155 well services.
Untuk 2026, perusahaan merencanakan pengeboran 6 sumur pengembangan, 11 workover, dan 170 well services.
Persiapan drilling campaign tengah dimatangkan agar seluruh program berjalan tanpa jeda waktu. PCJL juga menargetkan penghematan tambahan US$900 ribu 1 juta dari efisiensi konsumsi bahan bakar fasilitas produksi.
Komitmen Keselamatan dan Pengelolaan Lingkungan
PCJL terus memperkuat budaya keselamatan melalui berbagai program kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta pengelolaan lingkungan yang ketat sesuai aturan pemerintah.
Limbah air dari fasilitas produksi dan rig pengeboran juga dimanfaatkan kembali sebagai pengencer lumpur bor sebelum kegiatan pengeboran.
Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), PCJL mendapatkan dukungan penuh dari SKK Migas.
“Kepercayaan para pemangku kepentingan harus dijaga dengan memastikan operasi migas yang efisien dan bertanggung jawab,” kata Andika.
SKK Migas Apresiasi Efisiensi dan Stabilitas Produksi PCJL
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Heru Setyadi, mengapresiasi upaya PCJL mempertahankan efisiensi pembiayaan dan stabilitas produksi.
“Keberhasilan industri hulu migas tidak hanya ditopang teknologi, tetapi juga sinergi antarlembaga, pemerintah pusat, daerah, hingga kementerian teknis. Kolaborasi ini penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Heru.
Ia menambahkan, industri hulu migas memiliki multiplier effect besar bagi ekonomi lokal, termasuk peningkatan investasi, tenaga kerja, hingga peluang bagi UMKM.
Karena itu, keberhasilan PCJL memberikan kontribusi nyata bagi produksi nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“SKK Migas akan memastikan seluruh kegiatan berjalan selaras dengan kebijakan nasional dalam menjamin pasokan energi dan meningkatkan penerimaan negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tegas Heru. (Erwin)














