Roro Andalan Warga Anambas Mangkrak Usai Pelantikan PPPK, Akses Rujukan dan Ekonomi Lumpuh

0
323
Google search engine

Anambas, SinarPerbatasan.com – 
Kapal Roro yang selama ini menjadi transportasi andalan warga Kampung Baru, Kecamatan Palmatak, pada rute Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah, sudah tidak beroperasi sejak pelantikan PPPK.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, yang sangat bergantung pada layanan penyeberangan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini melalui sambungan WhatsApp dari pihak Kapal Roro KMP Anambas Mermadah 7, kapal tersebut saat ini mengalami kerusakan dan terpaksa bersandar di Pelabuhan Kampung Baru, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Jumat (23/01/2026).

Warga menilai tidak beroperasinya kapal roro ini sudah berlangsung terlalu lama tanpa kejelasan penanganan dari instansi terkait. Mereka meminta agar dinas teknis turun langsung meninjau kondisi kapal.

“Kami minta dinas terkait turun langsung melihat kondisi roro penyeberangan Kampung Baru–Air Asuk. Jangan sampai dibiarkan begitu saja, apakah mau dijadikan ikon pajangan? Sudah cukup roro lama jadi bangkai tak terurus oleh Pemda,” ujar Awe, salah seorang warga.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

Awe juga meminta Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, agar melihat langsung kondisi kapal roro tersebut. Menurutnya, jika terus dibiarkan, aset milik pemerintah daerah akan terbuang percuma dan tidak memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami kesulitan kalau ada warga sakit yang harus dirujuk. Banyak juga warga yang biasanya bolak-balik menggunakan roro untuk berbelanja kebutuhan kelontong antar kecamatan,” tambahnya.

Tak hanya persoalan kapal roro, warga juga mengeluhkan kondisi jalan dari Pelabuhan Roro Air Asuk menuju Kecamatan Siantan Tengah yang rusak parah dan belum kunjung diperbaiki.

“Banyak keluhan yang kami rasakan. Jalan dari pelabuhan ke Siantan Tengah rusak parah, sudah lama tidak diperbaiki. Ditambah lagi roro penyeberangan rusak. Kalau tidak ada perhatian dari Pemkab dan anggota DPRD KKA, kami harus mengadu ke mana lagi?” tutupnya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas segera mengambil langkah konkret agar layanan transportasi dan infrastruktur vital ini kembali berfungsi demi kelancaran aktivitas ekonomi, sosial, dan pelayanan kesehatan masyarakat. (Thony)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini