BerandaDaerahTak Kunjung di Perbaiki Warga Protes, Pembangunan Tembok Penahan Ambruk

Tak Kunjung di Perbaiki Warga Protes, Pembangunan Tembok Penahan Ambruk

Tampak penahan tanah (turap) ambruk. Warga minta segera diperbaiki. (Foto : Anton)

Asahan, SinarPerbatasan.com – Proyek pembangunan penahan tanah (turap) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Asahan selaku Pejabat Pembuat Komitmen yang sumber dananya dari APBN DAK tahun anggaran 2023 baru saja dikerjakan oleh CV. Karya Bhakti Perkasa sebagai pelaksana, sudah ambruk tak karuan.

Atas kejadian tersebut warga setempat protes, sebab sampai saat ini belum juga ada perbaikan dari pihak rekanan. Menurut warga, dana yang dikucurkan bukan tanggung tanggung nilainya dari uang rakyat.

Proyek pembangunan turap yang Konsultan Pengawasnya CV. Balakosa Consultant diduga dikerjakan asal jadi dan tanpa pengawasan dari pihak terkait, ini merupakan pekerjaan satu paket dengan pembangunan ruas jalan dengan nilai kontrak sebesar Rp 8.709.309.665.91,00.

Sementara, di papan plang proyek tidak ada menuliskan nama, keterangan atau penjelasan bahwa kegiatan pembangunan turap tersebut satu paket dengan pembangunan Ruas Jalan Simp. Pasar II Serdang menuju Pasar I Rawang (No. Ruas 031) Kecamatan Rawang Panca Arga.

Hal Ini diketahui, proyek pembangunan turap dengan pengerjaan ruas jalan yang merupakan proyek satu paket, berasal dari salah seorang pegawai PUTR Asahan yang enggan namanya di publis, Sabtu (02/09/2023).

Menurut salah seorang warga setempat, Siregar saat diminta keterangannya mengatakan, bahwa pembangunan turap yang berada di Pasar II Dusun I Rawang Panca Arga yang pengerjaannya dimulai tanggal 23 Mei 2023 hingga berakhri 19 Oktober 2023 baru dikerjakan sudah ambruk.

“Begitulah bang, proyek yang nilai kontraknya milyaran baru dikerjakan sudah ambruk, rasanya sia sia uang rakyat,” kata Siregar.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

Masih menurut Siregar, bahwa masyarakat Dusun 2 Desa Rawang Panca Arga Kecamatan Rawang Panca Arga sangat menyayangkan proyek pekerjaan ruas jalan dan tembok penahan dikerjakan asal jadi, mengakibatkan runtuhnya bangunan tembok tersebut.

Siregar mengungkapkan, bahwa pekerja yang dikerjakan oleh rekanan semuanya bukan warga setempat. Kemungkinan, sambung Siregar, karena bukan warga setempat makanya pekerjaan tersebut asal jadi.

Pada kesempatan yang sama, Boru Sitanggang warga Pasar II Dusun I Desa Rawang Panca Arga mengaku, selama pekerjaan proyek di mulai, rumahnya dijadikan tempat penitipan barang para pekerja proyek. Ia berharap, Kecamatan Rawang Panca Arga merupakan lumbung padi di Kabupaten Asahan setelah Ledong dan Meranti.

“Seharusnya infrastrukturnya harus benar benar diperhatikan kualitasnya,” tandasnya.

Selaku masyarakat setempat, Siregar dan Boru Tanggang berharap, agar tembok penahan jalan tersebut dibongkar dan dibangun kembali. Dibangun sesuai dengan besteknya, sehingga kualitas bangunan baik.

“Seharusnya pakai terocok dengan ukuran yang sesuai. Karena kami menduga, bahwa tembok penahan yg rubuh ini tidak memakai terocok,” tukas Siregar.

Menurut Suratno, selaku Sekretaris Dinas PUTR Asahan mengatakan, bangunan yang rubuh akan diperbaiki. Dirinya juga mengatakan, rubuhnya tembok penahan jalan akibat tidak dapat menahan tonase dumb truck yg melintasi jalan tersebut, memuat material ke proyek yang tidak jauh dari proyek tersebut.

“Dumb truck yang memuat material yg melintasi jalan pasar II tersebut merupakan rekanan (pemborong) orang yang sama. Dan itu akan diperbaikinya,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Aris Muda Rambe, selaku PPK ( Pejabat Pembuat Komitmen) mengatakan, dirinya telah mengetahuinya dan telah memerintahkan rekanan agar memperbaiki. (Anton)

Editor : Imam Agus

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine


Google search engine

Most Popular

Recent Comments

https://ibb.co/hBb6x82