BerandaKampung KiteBatamTekan Stunting, Pemko Batam Gelar Rapat Audit Stunting Diseminasi Semester I

Tekan Stunting, Pemko Batam Gelar Rapat Audit Stunting Diseminasi Semester I

Foto bersama usai pembukaan Rapat Audit Stunting Diseminasi Semester I tahun anggaran 2024 Pemko Batam.

Batam, SinarPerbatasan.com – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, M. Pd. menghadiri Rapat Audit Stunting Diseminasi Semester I. Berdasarkan data yang ada, terdapat 78 sasaran audit kasus stunting dengan kategori resiko.

Sasaran tersebut meliputi 2 calon pengantin (Catin), 24 ibu hamil, 4 ibu nifas, serta 48 bayi di bawah dua tahun dan balita.

Dalam sambutannya, Jefridin menekankan pentingnya menindaklanjuti surat dari Presiden terkait stunting, serta mendukung 10 kegiatan serentak untuk penanganan stunting di daerah.

“Memastikan calon pengantin, ibu hamil, dan balita untuk menjadi sasaran. Juga agar calon pengantin mendapatkan pendampingan dan memastikan ibu hamil dan balita datang ke posyandu. Dengan begitu, pencegahan stunting dapat dilakukan sedini mungkin,” ujarnya, di Kantor Walikota Batam, Selasa (14/05/2024).

Jefridin juga menekankan bahwa kegiatan ini harus segera dilaksanakan di lapangan oleh tim puskesmas, yang terdiri dari bidan, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya. Ia mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan.

“Tugas kita ini lakukan secara ikhlas, atasi masalah stunting termasuk terkait kebijakan,” tambahnya.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

Dalam rapat tersebut, juga disampaikan beberapa rekomendasi tindak lanjut, antara lain rencana tindakan bagi balita dan pengobatan terhadap penyakit kronis, inventarisasi kondisi psikologis dan lingkungan balita, edukasi psikologis, pemberian ASI hingga 2 tahun, serta deteksi dini pengobatan anak yang memiliki penyakit akut.

Selain itu, Satgas Tim Percepatan Penurunan Stunting akan menindaklanjuti surat dari Kemendagri untuk melakukan intervensi serentak dalam pencegahan stunting di daerah.

Tujuan intervensi ini adalah mendeteksi dini masalah gizi, melakukan pencegahan stunting pada seluruh sasaran, dan melakukan intervensi segera bagi yang kekurangan gizi melalui kunjungan posyandu.

Jefridin menyampaikan bahwa angka stunting di Batam menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan daerah lain di Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau. Ia berharap dengan gotong royong, masalah stunting dapat diatasi dengan baik.

“Pada Musrenbang kemarin, inilah yang disampaikan oleh para kader posyandu. Saya berharap kepada Kepala Puskesmas untuk bergotong royong dan bersinergi agar dapat mengatasi masalah dengan baik,” ungkapnya.

Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan dilakukan pada bulan Juni mendatang, dengan harapan setiap lurah dapat melaksanakan di wilayah masing-masing.

“Saya berharap kalau kita kerjakan gotong royong dapat terlaksana dengan baik, ujung tombaknya ada di puskesmas. Kepada tim, terima kasih. Rekomendasi ini sangat perlu bagi kita,” tutup Jefridin. (Adv)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine


Google search engine

Google search engine

Google search engine

Most Popular

Recent Comments

https://ibb.co/hBb6x82