BerandaKampung KiteAnambasTelkomsel dan Moratel Sepakat Memerdekakan Sinyal di Desa Teluk Bayur Anambas

Telkomsel dan Moratel Sepakat Memerdekakan Sinyal di Desa Teluk Bayur Anambas

Anambas, SinarPerbatasan.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), melakukan audiensi dengan Manager Network Operation and Productivity PT. Telkomsel Batam di Grapari Telkomsel, Rabu (22/05/2024).

Pada pertemuan tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Kepulauan Anambas Wan Zuhendra bersama Sekda Anambas Sahtiar, S.H., M.M dan Ketua Komisi 1 DPRD Kepulauan Anambas Amat Yani, dan Yusli beserta Fahri Hidayat yang juga Anggota DPRD Anambas.

Pada kesempatan ini juga hadir Kepala OPD terkait, mewakili pimpinan PT.Moratelindo, Kepala Desa dan Perwakilan warga Teluk Bayur, dan hadir langsung dari Telkom bapak Suwito GM Telkom Reg 1 Ges Sumatera dan jajaran Manajer Sumbagteng di Pekan baru ikut hadir secara online.

Pada audiensi paparan yg disampaikan Kadis Kominfo Anambas pada Pemanfaatan Penyediaan layanan akses telekomunikasi pada tower milik PT. Moratelindo di Desa Teluk Bayur Kecamatan Kute Siantan.

Wan Zuhendra menyampaikan audiensi ini tindaklanjut dari dari forum, rapat, serta surat yg disampaikan sebelumnya dan desakan keinginan warga terhadapat pemerintah daerah dan tuntutan kepada pihak Moratel agar Tower yang dibangun oleh pihak Moratel sampai sekarang belum terlayani sinyal 4G, sedangkan masyarakat sudah mendukung penuh proses pembangunan, seperti menghibahkan lahan dan akses jalan ke lokasi tower dan pembangunan SKKL fiber optik ke pulau Matak.

Tentu atas pembangunan tersebut, keinginan masyarakat ada timbal baliknya tertutama hadirnya sinyal di daerah desa tersebut, namun sangat disayangkan hingga saat ini Desa Teluk Bayur belum merasakan itu.

“Ini menjadi “concern” kita bersama agar tidak menjadi permasalahan terus menerus. Keinginan masyarakat setempat baik ke Pemda maupun pihak Moratel hanyalah “merdeka sinyal”. Maka dari itu kita bersama sama menjaga proyek strategis nasional dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan, sehingga dampak positifnya jelas dapat dirasakan warga,” ucap Wan Zuhendra.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

Selain itu, pada kesepatan tersebut Sahtiar, S.H., M.M selaku Sekretaris Daerah menyampaikan kepada Telkomsel atas tanggapan pihak Moratel dari Surat yang di sampaikan Bupati bahwa point penting bentuk dukungan dari Moratel untuk penyediaan sinyal di Desa Teluk Bayur, bahwa Moratel akan memberikan fasilitas penyewaan pada Tower yang berada di Gunung Payung Desa Teluk Bayur secara gratis kepada provider.

“Jadi Telkomsel tidak perlu lagi membangun atau menyewa infrastruktur yg sudah ada, sehingga Desa Teluk Bayur ini bisa merdeka sinyal karena ini satu Pulau dengan Pulau Matak dekat dengan Ibukota Kabupaten tempat pelintasan transportasi ke Pulau Matak,” ujar Sahtiar.

Dalam kesempatan ini juga hadir anggota DPRD Fahri Hidayat, Yusli dan Ketua Komisi 1 DPRD Amat Yani menyampaikan, program nawacita Presiden Jokowi salah satunya adalah memerdekakan sinyal membangun negara dari pinggiran dan desa dalam kerangka NKRI.

“Yang mana kita ketahui hari ini Desa Teluk Bayur di Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan bagian dari daerah terdepan, terpencil dan terluar, serta sebagai daerah perbatasan masih ada yang belum merasakannya, walaupun sudah ada jaringam tulang punggung (back bone) serat optik nasional proyek strategis Palapa Ring Barat,” tegas Amat Yani.

Sementara itu Yuyun Supriadi selaku Manajer Network Operation & Productivity Batam menyambut baik atas support dan kehadiran di Telkomsel Batam. Ia menyampaikan pertama akan memperoleh data dan potensi mana sebelumnya tim dari Sales Telkomsel ke Anambas.

“Namun pesawat gagal landing sehingga harus kembali ke Tanjung Pinang, dan akan di jadwalkan lebih lanjut untuk berdiskusi dengan pihak Telkom,” ungkap Yuyun Supriadi.

Dari paparan yang di sampaikan Yuyun Supriadi selaku Manager Network Batam pada pemanfatan Tower milik PT. Moratel Desa Teluk Bayur, pertama untuk meningkatkan layanan di pemukiman Desa Teluk Bayur dari Tower Telkomsel tmp 02 kendala dari sisi radio pemancar yang kurang maksimal dan kondisi baterai yang tidak mampu membackup PLN yang hidup selama 12 jam.

“Yang kedua berdasarkan surat dari Moratel atas pemanfaatan tower yang di berikan secara gratis (free space) harus dilakukan,” ujarnya.

Laporan : Thoni

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine


Google search engine

Most Popular

Recent Comments

https://ibb.co/hBb6x82