PetroChina Hidupkan Kembali Kopi Liberika Betara dan UMKM Lokal: Dari Akar Rumput untuk Masa Depan Anak Negeri

0
7
Google search engine

Tanjung Jabung Barat, SinarPerbatasan.com — Upaya pengembangan kopi Liberika di Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan hasil menggembirakan setelah delapan tahun pendampingan intensif PetroChina International Jabung Ltd (PCJL) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Sejak Gerai Kopi Liberika atau Gerai Mekar Jaya berdiri pada 30 Oktober 2017, inisiatif ini menjadi penggerak kebangkitan kembali varietas kopi endemik Jambi sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif di tingkat lokal.

Pendampingan yang dilakukan PetroChina sejak 2015–2017 berfokus pada peningkatan kualitas pascapanen, penanganan penyakit akar putih, serta penerapan budidaya berkelanjutan. Meski produktivitas kopi Liberika lebih rendah dibanding Arabika atau Robusta, keunikannya justru menjadikannya komoditas bernilai tinggi.

Kecamatan Betara sebagai sentra produksi Liberika juga telah memperoleh sertifikat Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG), memperkuat posisi Liberika sebagai identitas khas daerah.

Melihat potensi ekonomi dan budaya yang besar, PetroChina mendirikan Gerai Mekar Jaya sebagai pusat edukasi kopi, hilirisasi produk, dan wadah pemberdayaan UMKM. Seluruh produk yang dipasarkan merupakan hasil olahan pengrajin lokal seperti Paristo, Liberika Café Aji, Kopi Mekar, Soma, MPL, dan MPG.

Gerai ini kini menjadi ruang penting dalam memperkenalkan cita rasa Liberika kepada masyarakat luas sekaligus menjadi titik tumbuhnya komunitas dan aktivitas ekowisata.
CSR & Comdev Supervisor PCJL, Ahmad Ramadlan, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

“Liberika ini bukan sekadar komoditas, tetapi identitas daerah. Tantangan kami adalah menjaga keberlanjutannya. Kami tidak hanya membangun gerai, tetapi membangun kapasitas petani dan UMKM agar mandiri, naik kelas, dan mampu berinovasi dari hulu ke hilir,” ujarnya dalam kegiatan Kunjungan Lapangan Media SKK Migas–KKKS di Tanjung Jabung Barat, Rabu (26/11/2025).

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

Gerai Mekar Jaya kini berkembang menjadi ruang kreatif masyarakat, mulai dari kegiatan musik dan seni hingga pelatihan barista serta peningkatan kualitas pengolahan kopi.

Walaupun pendapatan gerai berfluktuasi, dampaknya terhadap ekonomi lokal terasa nyata melalui tumbuhnya usaha-usaha turunannya.

Pengelola UMKM Gerai Mekar Jaya, Harihadi, turut merasakan perubahan tersebut.
“Dulu kami hanya menjual green bean tanpa tahu cara mengolah dan memasarkan. Sekarang anak-anak muda bisa menjadi barista, UMKM punya produk sendiri, dan gerai ini menjadi pusat kegiatan masyarakat. Dampaknya terasa langsung bagi ekonomi keluarga kami,” ungkapnya.

Permintaan konsumen yang meningkat turut mendorong harga green bean Liberika hingga sekitar Rp85.000 per kilogram. Meski ada sebagian petani yang beralih ke komoditas lain, pasar Liberika tetap terbuka lebar berkat cita rasa khas serta minimnya pesaing di tingkat nasional. Bahkan, permintaan dari Malaysia dan Singapura mulai berdatangan untuk pasokan Liberika Betara.

Ke depan, PetroChina bersama pemerintah daerah dan para pelaku UMKM berkomitmen memperkuat edukasi kopi, pengembangan ekowisata, serta aktivitas kreatif sebagai strategi menjaga keberlanjutan industri Liberika.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadikan Liberika Jambi sebagai komoditas unggulan yang menggerakkan ekonomi lokal sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda Tanjung Jabung Barat.

Sementara itu, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Heru Setyadi, menyatakan bahwa kontribusi industri hulu migas tidak hanya terlihat dari produksi energi, tetapi juga dari berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Inisiatif PetroChina dalam mengembangkan kopi Liberika dan UMKM di Tanjung Jabung Barat adalah contoh nyata bagaimana kegiatan hulu migas dapat memberikan nilai tambah langsung bagi masyarakat. Ketika kapasitas petani meningkat, UMKM naik kelas, dan ekosistem kreatif tumbuh, manfaat ekonominya akan mengalir hingga tingkat nasional,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini