Terlihat anak-anak sedang bermain pasir, air dan berenang dipinggir pantai Pulau Setanau, Kamis (01/01/2026) siang. (Foto : Erwin Prasetio)
Natuna, SinarPerbatasan.com –
Di tengah birunya Laut Natuna Utara, tersembunyi sebuah pulau mungil tak berpenghuni yang menyimpan pesona luar biasa. Namanya Pulau Setanau, sebuah surga kecil yang berada di Desa Sabang Mawang (Balai), Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
Meski tak berpenghuni, Pulau Setanau justru hidup oleh keindahan alamnya. Hamparan pasir putih yang bersih, laut sebening kaca, serta hembusan angin laut yang sejuk menjadikan pulau ini magnet bagi para pencinta wisata bahari. Tak heran, pulau ini masuk sebagai salah satu dari 8 geosite Geopark Natuna.
Pulau Setanau berdampingan dengan Pulau Setahi. Keduanya kerap menjadi tujuan wisata favorit, baik wisatawan lokal Natuna, wisatawan luar daerah, hingga wisatawan mancanegara yang datang menggunakan kapal yacht.

Saat libur Tahun Baru 2026, puluhan pengunjung tampak menikmati suasana pulau yang hanya bisa dijangkau dengan perahu motor atau pompong.
“Kalau hari libur, banyak orang berkunjung ke Pulau Setanau,” ujar Yusmina, warga Desa Sabang Mawang Barat, saat ditemui SinarPerbatasan.com di Pulau Setanau, Kamis (01/01/2026) siang.
Di pulau ini, waktu seakan melambat. Wisatawan menghabiskan hari dengan aktivitas sederhana, namun penuh kebahagiaan. Membakar ikan segar hasil tangkapan, makan bersama di tepi pantai, hingga bernyanyi ria dengan iringan speaker bluetooth, menjadi aktivitas menyenangkan wisatawan saat berkunjung di Pulau Setanau.

Syawal, wisatawan asal Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, mengaku terpikat oleh keasrian alam Pulau Setanau.
“Lautnya sangat bersih, pantainya indah sekali. Cocok untuk liburan dan melepas penat,” katanya, sembari menikmati semilir angin laut yang berhembus kencang.
Tak hanya indah, Pulau Setanau juga ramah bagi berbagai aktivitas wisata. Pulau ini kerap dijadikan lokasi kemping, wisata selam, hingga tempat pemandian yang aman bagi anak-anak.
Bagi penggemar mancing, perairan di sekitar pulau Setanau menjadi surga tersendiri. Terumbu karang yang masih terjaga menjadi rumah bagi beragam jenis ikan, udang, dan kerang.

Pada momen tertentu, terutama saat libur Hari Raya Idul Fitri, Pulau Setanau berubah menjadi pusat keramaian. Warga setempat menggelar hiburan rakyat, menarik masyarakat dari berbagai penjuru Natuna.
Kaum muda-mudi mendominasi pulau yang dipenuhi pohon kelapa dan tanaman pantai liar tersebut, menciptakan suasana meriah di tengah alam terbuka.
Untuk mencapai Pulau Setanau, perjalanan dimulai dari Ranai, ibu kota Kabupaten Natuna. Wisatawan menempuh perjalanan darat sekitar satu jam menuju Pelabuhan Selat Lampa, lalu dilanjutkan perjalanan laut sekitar 15 menit, menggunakan kapal kayu atau pompong.
Pulau Setanau bukan sekedar destinasi wisata. Ia adalah potongan kecil keindahan Natuna yang masih alami, tempat di mana laut, pasir, dan angin berpadu menciptakan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain. (Erwin)














