Dari Sampah Plastik Jadi Peluang Usaha: DEMA STAI Natuna Gelar Workshop Greenpreneurship untuk Mahasiswa Kreatif

0
7
Google search engine

Natuna, SinarPerbatasan.com — Sampah plastik yang selama ini dianggap sebagai limbah tak berguna, ternyata dapat disulap menjadi peluang usaha yang bernilai dan berkelanjutan.

Hal inilah yang menjadi semangat utama dalam Workshop Greenpreneurship yang digelar oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Natuna, pada Sabtu (31/01/2026).

Kegiatan bertajuk “Pengelolaan Sampah Plastik Menjadi Peluang Usaha yang Berkelanjutan” ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kreatif dan wirausaha ramah lingkungan di kalangan mahasiswa STAI Natuna.

Workshop berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai dengan antusiasme tinggi dari peserta.

Acara ini turut dihadiri jajaran pimpinan kampus, di antaranya Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Pengembangan SDM, Hasmiza, M.Pd, Wakil Ketua II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Maulida, M.Pd, serta Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Abu Bakar, M.Si.

Hadir pula sebagai narasumber utama, Agus Sutrisno, Ketua Bank Sampah Kota Tua Penagi, yang memberikan wawasan mengenai pengelolaan sampah plastik serta potensi ekonominya jika dikelola dengan tepat.

Ketua pelaksana kegiatan, Roy Aldiansyah, menyampaikan apresiasi kepada pihak kampus yang telah mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini.

“Saya berterima kasih kepada STAI Natuna yang sudah mendukung workshop ini. Semoga kegiatan ini menghasilkan produk nyata yang berdampak bagi kampus,” ujar Roy.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

Sementara itu, Wakil Ketua III, Abu Bakar, M.Si, memberikan motivasi kepada mahasiswa agar tidak hanya fokus mengejar ijazah, tetapi juga mengembangkan keterampilan dan kreativitas.

“Mahasiswa bukan hanya belajar di kelas, tetapi juga harus punya multi talenta. Kegiatan seperti ini sangat positif untuk melatih skill dan kreativitas,” ungkapnya.

Presiden Mahasiswa STAI Natuna, Muhammad Raus, juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi benar-benar menghasilkan karya nyata.

“Workshop ini harus ada hasil yang nyata, bukan hanya kata-kata. Sampah plastik adalah ancaman bagi lingkungan, dan kita punya tanggung jawab menjaganya,” tegas Raus.

Workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi pelatihan dan praktik langsung yang dipandu oleh moderator Sonia, Sekretaris DEMA STAI Natuna.

Para peserta diajak mengolah galon bekas menjadi pot bunga kreatif yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual.

Kegiatan ditutup dengan penampilan hasil karya peserta serta sesi foto bersama, menjadi simbol semangat mahasiswa STAI Natuna dalam menciptakan inovasi ramah lingkungan.

Melalui workshop ini, DEMA STAI Natuna berharap mahasiswa semakin sadar akan pentingnya menjaga alam sekaligus mampu menciptakan peluang usaha berbasis pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (Erwin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini