
Natuna, SinarPerbatasan.com – Di ujung utara Indonesia, di Kabupaten Natuna, gemuruh sorak penonton kini tak hanya terdengar dari lapangan hijau. Tribun penonton baru di Lapangan Sepak Bola Sri Serindit Ranai berdiri kokoh, hasil dari tangan Industri Hulu Migas yang menyalurkan kepedulian melalui program CSR dan PPM.
Bagi masyarakat, pemuda, dan atlet lokal, fasilitas ini bukan sekadar tempat duduk, tetapi simbol nyata perhatian industri energi terhadap perkembangan olahraga dan kesejahteraan di wilayah perbatasan. Di setiap teriakan semangat dan tepuk tangan, terlihat wajah-wajah harapan, generasi Natuna yang kini memiliki ruang untuk menyalurkan bakat, bersaing sehat, dan merayakan kegembiraan bersama.
Sejarah baru perkembangan sepak bola di wilayah perbatasan ini resmi dimulai pada 29 Mei 2024, ketika sebuah tribun penonton berkapasitas ratusan orang diresmikan oleh Bupati Natuna kala itu, Wan Siswandi. Tribun ini bukan sebatas fasilitas fisik, melainkan simbol nyata perhatian Industri Hulu Migas terhadap pembinaan olahraga dan kesejahteraan masyarakat Natuna.
Fasilitas ini merupakan persembahan dari Satuan Kerja Khusus Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), bekerja sama dengan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di wilayah Natuna, termasuk Harbour Energy dan Medco E&P Natuna.
Inisiatif ini menunjukkan bagaimana program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama pemuda dan atlet lokal yang membutuhkan ruang untuk berlatih, bertanding, dan berkembang.
Dengan tribun baru ini, setiap pertandingan di Lapangan Sepak Bola Sri Serindit tidak lagi hanya soal skor atau kemenangan. Ia menjadi ruang pertemuan masyarakat, tempat tumbuhnya bakat-bakat muda, dan panggung bagi generasi Natuna untuk merayakan olahraga di ujung utara Indonesia.
Dari tribun inilah, semangat baru sepak bola di perbatasan lahir, sebuah jejak yang menegaskan bahwa pembangunan fisik bisa berjalan seiring dengan pembangunan sumber daya manusia.

Dalam kesempatan peresmian, Bupati Natuna periode 2021-2025, Wan Siswandi, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada SKK Migas dan seluruh mitra KKKS. Ia berharap tribun baru ini tidak hanya sebatas menjadi tempat duduk penonton, tetapi juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengasah bakat dan minat mereka dalam sepak bola.
“Terima kasih sebesar-besarnya kami ucapkan. Setelah 23 tahun lapangan ini tidak memiliki tribun, kini masyarakat Natuna, terutama para pemuda dan atlet, dapat menikmati fasilitas olahraga yang lebih layak. Ini benar-benar sangat bermanfaat bagi kami,” ujar Wan Siswandi dengan penuh antusias.
Lebih jauh, Wan Siswandi menekankan bahwa pembangunan Tribun Sri Serindit melalui CSR SKK Migas merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Industri Hulu Migas dan Pemerintah Daerah, terutama di tengah keterbatasan anggaran Kabupaten Natuna.
“Dengan keterbatasan keuangan daerah, kami terus berupaya membangun sarana publik yang berdampak langsung bagi masyarakat. Tribun ini adalah salah satu contoh, dan ke depannya, kami akan mendorong pembangunan fasilitas lainnya agar masyarakat Natuna, khususnya generasi muda, memiliki lebih banyak peluang untuk berkembang,” tegasnya.
Apresiasi juga datang dari Wan Arismunandar, Ketua PSSI Kabupaten Natuna sekaligus anggota DPRD Natuna yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan olahraga. Menurutnya, pembangunan Tribun Sepakbola Sri Serindit oleh SKK Migas dan KKKS bukan hanya fasilitas fisik, tetapi solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini menonton pertandingan di bawah terik matahari.
“Sebagai wakil rakyat, saya mengucapkan terima kasih. Tribun ini sangat diperlukan untuk perkembangan sepak bola di Natuna, dan memberikan wadah yang lebih layak bagi pemain maupun penonton,” ujar Wan Aris.
Ia menambahkan, bahwa keberadaan tribun penonton senilai Rp 1,2 miliar itu juga menjadi simbol perhatian Industri Hulu Migas terhadap olahraga dan generasi muda di Natuna, wilayah perbatasan yang kerap memiliki keterbatasan fasilitas publik.
Tidak berhenti di situ, Wan Aris berharap ke depan SKK Migas dan KKKS dapat menambah fasilitas lain untuk mendukung Lapangan Sepakbola Sri Serindit, yang merupakan lapangan tertua di daerah yang dijuluki Mutiara di Ujung Utara Indonesia.

Tribun baru ini, menurutnya, dapat menjadi pijakan bagi Sekolah Sepak Bola (SSB) yang profesional, yang mampu melahirkan atlet berbakat dari Natuna untuk bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Dengan hadirnya tribun baru di Lapangan Sri Serindit, setiap pertandingan kini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan menjadi ruang inspirasi dan pembinaan bagi generasi muda Natuna. Di sini, para pemuda dapat mengasah bakat, masyarakat berkumpul dengan nyaman, dan semangat sepak bola tumbuh lebih semarak di ujung utara Indonesia.
Kepedulian industri hulu migas terhadap masyarakat Natuna juga ditegaskan oleh Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison, yang mewakili Kepala SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus. Ia menekankan bahwa SKK Migas dan KKKS tidak hanya fokus pada produksi energi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Program pembangunan tribun penonton Sri Serindit yang dilakukan bersama Harbour Energy dan Medco E&P Natuna merupakan wujud nyata dari komitmen tersebut. Menurut Yanin, fasilitas ini diharapkan menjadi ruang yang bermanfaat bagi masyarakat Natuna, sekaligus mendukung pembinaan generasi muda dan atlet lokal.
“Kami sangat bersyukur dan berbangga hati. Perlahan tapi pasti, semoga pengembangan lanjutan bisa terus kita dukung bersama, dan pembangunan yang ada bisa benar-benar bermanfaat serta terpelihara untuk jangka panjang,” ujar Yanin, menutup pernyataannya dengan harapan agar inisiatif ini menjadi pijakan bagi pembangunan fasilitas olahraga yang berkelanjutan.
Sementara itu, Community Investment Manager Harbour Energy, Andri Kristianto, menambahkan bahwa renovasi tribun penonton juga mencakup pembangunan toilet dan fasilitas penunjang lainnya, untuk meningkatkan kenyamanan baik bagi penonton maupun pemain.
Menurut Andri, tujuan dari renovasi ini tidak hanya untuk pertandingan sepak bola, tetapi juga mendukung pendidikan, pelatihan, pagelaran seni, dan festival yang digelar di Natuna, sehingga lapangan Sri Serindit bisa menjadi pusat kegiatan sosial dan olahraga bagi masyarakat.
Sejalan dengan itu, VP Relations & Security Medco E&P, Arif Rinaldi, menegaskan bahwa selain fokus pada pencapaian target produksi migas pemerintah, Medco E&P juga berkomitmen pada pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi, khususnya di bidang olahraga.
“Kami berharap pembangunan tribun timur ini dapat benar-benar bermanfaat bagi perkembangan sepak bola di Natuna, sekaligus menjadi sarana pembinaan generasi muda yang lebih baik,” ujar Arif.
Tribun ini lebih dari sekadar pembangunan infrasruktur. Bagi warga, ia adalah simbol nyata bahwa pembangunan yang berpihak pada olahraga juga berarti pembangunan manusia, komunitas, dan masa depan yang lebih baik, tempat di mana bakat diasah, impian terbangun, dan kebersamaan dirayakan.
“Tribun ini bukan hanya sebagai tempat duduk bagi penonton, tapi menjadi simbol nyata bahwa olahraga di Natuna mendapat perhatian serius,” ujar Alfian, seorang pengamat olahraga sekaligus masyarakat Ranai, Natuna.

“Selama bertahun-tahun, kami menonton pertandingan di bawah terik matahari, dan sekarang anak-anak serta pemuda bisa menikmati pertandingan dengan nyaman sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi. Saya berharap fasilitas ini menjadi awal lahirnya generasi atlet berbakat dari Natuna yang tidak hanya berprestasi di tingkat lokal, tapi juga mampu bersaing di kancah nasional, bahkan internasional. Tribun ini membuktikan bahwa pembangunan yang berpihak pada olahraga sekaligus membangun karakter, disiplin, dan kebersamaan masyarakat,” tandasnya.
Rasa syukur juga diungkapkan oleh atlet sepakbola Natuna, Rudy Efendi. Kini, ia bangga memiliki fasilitas olahraga yang memadai. Menandakan betapa fasilitas ini menjadi angin segar bagi komunitas olahraga setempat.
“Apalagi tribun ini sudah dilengkapi lampu stadion, jadi kami bisa bermain malam hari. Ini sangat membantu kami, para pemain, yang juga punya kesibukan lain di siang hari,” ujarnya dengan penuh semangat, saat ditemui di Ranai, Rabu (04/02/2026).
Dari pantauan media sinarperbatasan.com di lapangan, pembangunan tribun penonton karya Industri Hulu Migas ini tak hanya menghadirkan fasilitas olahraga yang layak bagi masyarakat di perbatasan. Tribun ini juga membuka lapangan kerja baru sekaligus mendorong tumbuhnya pelaku Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan.
Pemda Natuna, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), merekrut sejumlah warga sebagai petugas kebersihan untuk menjaga area tribun tetap rapi dan bersih. Salah satunya Leli Hayati, warga Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut, yang kini membersihkan sampah di sekitar stadion mini tersebut.
Bagi Leli, pekerjaan ini membawa berkah tak terlupakan sepanjang hidupnya. Sebab, kini ia resmi diangkat menjadi pegawai tetap melalui perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
“Alhamdulillah, senang sekali. Sekarang kami sudah diangkat menjadi pegawai PPPK paruh waktu,” ucap Leli, matanya berbinar penuh haru.

Tak hanya itu, setiap ada pertandingan sepak bola atau acara besar lainnya, kawasan sekitar tribun pun ikut hidup. Penjual makanan dan minuman, tukang parkir, hingga pedagang UMKM lainnya, berkesempatan meraih rejeki. Tribun ini, bagi warga Natuna, bukan sekadar fasilitas olahraga, melainkan pusat kehidupan baru yang membangkitkan ekonomi dan semangat komunitas.
Artinya, program CSR/PPM SKK Migas dan KKKS telah berhasil menciptakan multiplier effect bagi daerah dan masyarakat di ujung negeri. Dampaknya terlihat nyata, mulai dari pembangunan fasilitas olahraga, sarana edukasi, hingga peningkatan ekonomi lokal di Bumi Laut Sakti Rantau Bertuah.
Tribun dan stadion mini ini tak hanya menjadi pusat aktivitas olahraga. Tempat ini juga kerap dijadikan lokasi pagelaran budaya, pesta rakyat, kampanye, hingga tausiyah agama. Di sinilah beragam suku, ras, dan agama masyarakat Natuna dapat berinteraksi, membangun rasa kebersamaan, dan merayakan keberagaman.
“Fasilitas ini telah membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang, sekaligus mendorong ekonomi lokal dan memperkuat kebersamaan komunitas. Kami berharap tribunnya tidak hanya menjadi saksi pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi simbol harapan, semangat, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat di perbatasan ini,” ujar Cen Sui Lan, merupakan Bupati Natuna saat ini, ketika dimintai tanggapannya.
Sebagai salah satu daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T), Natuna menjadi cerminan miniatur Indonesia, lengkap dengan keberagaman latar suku, ras, budaya, agama, dan bahasa. Program CSR ini, dengan hadirnya tribun dan fasilitas pendukungnya, tidak hanya menghadirkan sarana fisik, tetapi juga menguatkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, membuktikan bahwa pembangunan di wilayah perbatasan mampu membawa perubahan positif yang menyeluruh. (Erwin Prasetio)













