Eni Finalkan Investasi Proyek Gas Raksasa di Kalimantan Timur Senilai US$15 Miliar

0
13
Google search engine

Jakarta, SinarPerbatasan.com – Perusahaan energi asal Italia, Eni, resmi mengambil Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan proyek gas laut dalam Gendalo–Gandang (South Hub) dan Geng North–Gehem (North Hub) yang berlokasi di lepas pantai Kalimantan Timur.

Keputusan investasi ini diambil hanya 18 bulan setelah persetujuan Plan of Development (POD) pada 2024, menandai percepatan signifikan dalam pengembangan proyek gas laut dalam di Indonesia.

Proyek tersebut akan memanfaatkan teknologi produksi laut dalam serta infrastruktur yang telah tersedia, termasuk fasilitas Jangkrik FPU dan reaktivasi Train F di kilang Bontang LNG. Strategi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya sekaligus mempercepat proses komersialisasi gas.

Pengembangan Gendalo dan Gandang akan dilakukan pada kedalaman laut antara 1.000 hingga 1.800 meter dengan pengeboran tujuh sumur produksi yang terhubung ke fasilitas Jangkrik. Sementara itu, proyek North Hub mencakup pengeboran 16 sumur produksi di kedalaman 1.700 hingga 2.000 meter, yang akan terhubung ke fasilitas FPSO baru dengan kapasitas pemrosesan lebih dari 1 miliar kaki kubik gas per hari serta 90.000 barel kondensat per hari.

Secara keseluruhan, kedua proyek ini memiliki potensi sumber daya sekitar 10 triliun kaki kubik (TCF) gas dan 550 juta barel kondensat. Produksi ditargetkan mulai pada 2028 dan mencapai puncaknya pada 2029 dengan kapasitas sekitar 2 miliar kaki kubik gas per hari dan 90.000 barel kondensat per hari.

Gas yang dihasilkan akan dialirkan ke darat melalui jaringan pipa untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus mendukung produksi LNG di fasilitas Bontang, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor. Sementara itu, kondensat akan diproses dan disimpan di fasilitas FPSO lepas pantai sebelum didistribusikan menggunakan kapal tanker.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyambut baik keputusan investasi tersebut. Ia menilai FID ini menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor global terhadap iklim investasi sektor hulu migas Indonesia.

“Keputusan ini merupakan langkah penting dalam mendukung peningkatan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia. SKK Migas bersama pemerintah akan terus mendorong percepatan proyek-proyek strategis agar memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat,” ujarnya.

Djoko juga mengungkapkan bahwa proyek dengan nilai investasi lebih dari US$15 miliar ini tengah memasuki tahap pengadaan barang dan jasa, termasuk pembelian Long Lead Items (LLI). Informasi terkait FID tersebut juga telah disampaikan langsung oleh Managing Director Eni Indonesia kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Selain berdampak pada peningkatan produksi energi, proyek ini diperkirakan akan memberikan efek berganda bagi perekonomian, termasuk penyerapan tenaga kerja hingga ribuan orang.

Lebih lanjut, proyek ini juga akan menjadi bagian dari rencana kerja sama strategis antara Eni dan perusahaan energi Malaysia, Petronas, dalam pembentukan perusahaan baru (NewCo) yang ditargetkan mampu memproduksi lebih dari 500.000 barel setara minyak per hari pada 2029.

Eni sendiri telah beroperasi di Indonesia sejak 2001 dan menjadi salah satu produsen gas utama di Cekungan Kutai, Selat Makassar—wilayah yang kini berkembang sebagai pusat produksi gas strategis nasional. (Erwin)

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini