Lingga, SinarPerbatasan.com – Aliansi Pemuda Lingga menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lingga, Senin (06/04/2026).
Aksi tersebut dipimpin oleh Koordinator Lapangan, Yusri Mandala.
Massa menuntut pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN dan PPPK yang hingga kini belum direalisasikan, serta kejelasan terkait tunda bayar kepada pihak ketiga yang masih tanpa kepastian.
Di bawah terik matahari, massa menyuarakan tuntutan secara lantang. Mereka menilai persoalan ini bukan sekadar keterlambatan administratif, melainkan mencerminkan lemahnya tata kelola keuangan daerah.
Aparat dari Polres Lingga bersama Satpol PP Lingga terlihat bersiaga mengamankan jalannya aksi. Ketegangan sempat meningkat ketika massa mulai kehilangan kesabaran akibat belum hadirnya pejabat yang dinilai bertanggung jawab untuk memberikan penjelasan.
Koordinator lapangan, Yusri Mandala, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah lalai dalam memenuhi kewajibannya kepada masyarakat.
“Ini bukan lagi soal prosedur, ini soal hak yang belum diberikan. THR itu hak ASN, bukan hadiah. Tunda bayar menyangkut nasib banyak orang. Sistem seperti ini sudah melukai masyarakat Lingga,” tegasnya.
Aliansi Pemuda Lingga juga memperingatkan bahwa persoalan ini telah berkembang dari sekadar isu administratif menjadi masalah sosial yang berpotensi memicu instabilitas.
Ketidakjelasan pembayaran THR dan tunda bayar dinilai telah menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat.
Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dan transparan dari pemerintah daerah, massa mengancam akan kembali turun ke jalan dengan jumlah yang lebih besar.
“Ini baru awal. Jika hak tidak dibayar dan kewajiban terus diabaikan, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar,” ujar Mandala.
Aksi ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah agar segera mengambil langkah nyata guna menyelesaikan persoalan yang dinilai semakin meresahkan masyarakat. (Red)













