Menjaga Ujung Negeri dari Midai: Langkah Senyap Danlanal Ranai Menguatkan Pertahanan dan Harapan

0
4
Google search engine

Natuna, SinarPerbatasan.com – Di ufuk pagi Pulau Midai, langit tampak bersih, seolah memberi ruang bagi sebuah misi penting yang tengah dijalankan. Di pulau kecil yang berada di gugusan terluar Kabupaten Natuna ini, denyut kehidupan berjalan sederhana, namun menyimpan arti strategis bagi kedaulatan negara.

Pada Jumat (10/04/2026), langkah-langkah pasti Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Ranai, Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan, S.I.P., P.S.C., menjadi bagian dari upaya menjaga ujung negeri—bukan hanya dari sisi pertahanan, tetapi juga melalui sentuhan kedekatan dengan masyarakat.

Hari kedua kunjungan kerja di Pulau Midai dimulai sejak pagi. Didampingi jajaran lintas sektor, mulai dari unsur TNI, Polri, hingga pemerintah kecamatan, rombongan bergerak menapaki sejumlah titik penting yang akan menjadi fondasi penguatan sistem pertahanan maritim Indonesia di kawasan perbatasan.

Nama-nama seperti Pjs. Danposal Midai Kapten Laut (P) Agus, Camat Midai Zulfani Afwan, Camat Suak Midai Zulkifli, Kapolsek Midai Ipda Hawari Bate’e, serta Danramil Midai Serka Johan Syah turut hadir, bersama para kepala desa dan lurah se-Pulau Midai. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan simbol kolaborasi nyata dalam menjaga wilayah terluar Indonesia.

Langkah pertama tertuju ke Kelurahan Sabang Barat, tepatnya di kawasan Gunung Air Kumpai. Di sinilah sebuah rencana besar tengah diproyeksikan, pembangunan radar TNI AL. Dari ketinggian bukit, hamparan laut yang luas terlihat jelas, seakan menegaskan pentingnya titik ini sebagai mata yang akan mengawasi pergerakan di perairan perbatasan.

Peninjauan tersebut bukan hanya melihat sebidang lahan, tetapi membaca masa depan. Kondisi geografis, kontur tanah, hingga potensi teknis lainnya menjadi bagian dari kajian yang akan menentukan seberapa optimal sistem pengawasan maritim dapat dibangun di wilayah ini.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

Perjalanan kemudian berlanjut ke Desa Air Putih. Di desa yang tenang ini, terdapat lahan milik TNI AL yang direncanakan untuk mendukung keberadaan Satuan Tugas (Satgas) Marinir. Kehadiran pasukan Marinir nantinya diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga membawa dampak sosial bagi masyarakat sekitar.

Bagi warga Midai, kunjungan ini terasa berbeda. Bukan sekadar kunjungan pejabat, tetapi sebuah perhatian nyata dari negara. Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat yang diberikan.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen TNI AL dalam memastikan kesiapan sarana dan prasarana pertahanan di wilayah perbatasan, khususnya di Pulau Midai. Sekaligus memastikan bahwa kehadiran Posal Midai mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat di pelosok kepulauan,” ujarnya.

Ucapan tersebut bukan sekadar pernyataan, melainkan pesan bahwa pertahanan negara tidak berdiri sendiri. Ia tumbuh bersama masyarakat, berakar dari sinergi, dan diperkuat oleh kepercayaan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan kunjungan ke Pos Angkatan Laut (Posal) Midai, garda terdepan penjaga wilayah. Dari tempat inilah pengawasan dan pengamanan dilakukan setiap hari, menghadapi dinamika laut yang tak pernah berhenti bergerak.

Menjelang sore, rombongan bersiap meninggalkan Pulau Midai. Dengan menggunakan KAL Sengiap I.4-66 yang dikomandani Kapten Laut (P) Dian Sri Haryadi, perjalanan kembali menuju Selat Lampa pun dimulai. Di dermaga, suasana pelepasan terasa hangat sekaligus khidmat. Jajaran camat, aparat kepolisian, TNI AD, pihak Syahbandar, hingga para kepala desa turut hadir, melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan.

Di balik seremoni sederhana itu, tersimpan makna yang dalam, tentang kebersamaan, tentang tanggung jawab menjaga negeri, dan tentang harapan yang terus dirawat di pulau-pulau terluar.

Pulau Midai mungkin jauh dari hiruk-pikuk kota besar. Namun dari sanalah, Indonesia dijaga. Dan melalui langkah-langkah seperti yang dilakukan Danlanal Ranai, negara memastikan bahwa setiap jengkal wilayah, sekecil apa pun, tetap berada dalam pelukan perhatian dan perlindungan. (Erwin)

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini