Pasaman, SinarPerbatasan.com — Pemerintah Kabupaten Pasaman menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Imunisasi Zero Dose yang dipimpin langsung oleh Bupati Pasaman Welly Suhery, bertempat di Balerong, Rabu (29/10/2025).
Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengejar cakupan imunisasi sebagai langkah strategis membangun sumber daya manusia (SDM) unggul sejak dini.
Dalam laporannya, Bupati Welly mengapresiasi Tim Penggerak PKK Pusat dan Provinsi, Dinas Kesehatan, serta seluruh kader dan mitra yang telah bekerja aktif mengawal program ini. Hingga Oktober 2025, tercatat 1.922 anak dari total 2.840 sasaran telah mendapatkan imunisasi Zero Dose, atau mencapai 67 persen.
Meski capaian tersebut cukup menggembirakan, Bupati mengingatkan bahwa masih ada tugas yang harus dituntaskan agar seluruh anak di Pasaman benar-benar terlindungi. Ia mengakui bahwa pandemi COVID-19 sempat menyebabkan turunnya cakupan imunisasi rutin. Karena itu, Pemkab Pasaman bersama TP PKK dan Dinas Kesehatan terus melakukan imunisasi kejar guna menutup kesenjangan layanan kesehatan dasar dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal.
Bupati menegaskan bahwa imunisasi adalah salah satu upaya kesehatan yang terbukti efektif menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Ia meminta seluruh jajaran untuk terus memperkuat pemantauan, edukasi, dan penggerakan masyarakat.
Menurutnya, kesehatan anak merupakan fondasi utama dalam mewujudkan visi “Pasaman yang Bangkit, Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan.”
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya infrastruktur yang dibangun, tetapi dari kemampuan kita menjaga dan menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat dan tangguh,” tegas Bupati.
Ia berharap kerja sama semua pihak dalam memperluas imunisasi dapat terus berlangsung, mendapat ridho Allah SWT, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Pasaman. (Benk)















