Bupati Pasaman Welly Suhery Tegaskan Keselamatan Siswa Prioritas Utama di Tengah Cuaca Ekstrem

0
7
Google search engine

‎‎Pasaman, SinarPerbatasan.com — Pemerintah Kabupaten Pasaman resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) yang mengatur penyesuaian proses belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan menyusul cuaca ekstrem dan meningkatnya insiden bencana alam di berbagai wilayah.

Kebijakan strategis ini diarahkan langsung oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery, yang menekankan bahwa keselamatan pelajar dan tenaga pendidik adalah prioritas yang tidak dapat ditawar.

‎Pada poin utamanya, SE tersebut menetapkan penghentian sementara pembelajaran tatap muka pada 27 hingga 29 November 2025. Seluruh aktivitas belajar dialihkan ke skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui berbagai platform digital yang disiapkan masing-masing sekolah.

Pemkab menilai langkah ini sebagai tindakan mitigasi paling aman dalam kondisi meteorologi yang tidak menentu.

‎Di samping itu, kepala sekolah diberi mandat untuk membuat keputusan khusus jika situasi lingkungan di wilayah mereka tidak memungkinkan.

Dengan kewenangan itu, setiap satuan pendidikan dapat menyesuaikan metode belajar sesuai tingkat risiko bencana di sekitar sekolah, termasuk memperpanjang masa PJJ apabila situasi belum membaik.

‎Melalui kebijakan ini, pemerintah daerah juga memastikan seluruh peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan yang layak. Guru serta tenaga kependidikan diminta menjaga keamanan diri dan lingkungan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

Para pengawas sekolah turut diarahkan melakukan pemantauan intensif terhadap sekolah binaan dan melaporkan perkembangan secara berkala.


‎Bupati Welly Suhery menegaskan bahwa keputusan penyesuaian pembelajaran ini diambil berdasarkan pertimbangan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak, di tengah ancaman banjir dan longsor yang terus meningkat. “Keselamatan harus selalu menjadi pertimbangan utama dalam penyelenggaraan pendidikan,” ujarnya saat meninjau wilayah terdampak di Kecamatan Bonjol, Kamis (27/11/2025).

‎Welly menambahkan bahwa kebijakan tersebut bertujuan mengurangi kekhawatiran orang tua dan memastikan tidak muncul beban tambahan bagi masyarakat yang tengah berjuang menghadapi cuaca ekstrem.

Ia juga mengingatkan agar warga menghindari area rawan bencana serta selalu mengikuti imbauan resmi pemerintah daerah demi mengurangi risiko yang mungkin timbul.

‎Selain itu, Pemkab Pasaman memastikan pemantauan situasi dilakukan secara berkelanjutan. Jika kondisi cuaca dan tingkat kerawanan belum menunjukkan perbaikan, masa penyesuaian pembelajaran berpotensi diperpanjang sesuai kebutuhan di lapangan.

Langkah ini, menurut Bupati Welly, merupakan bagian dari komitmen penuh pemerintah daerah dalam melindungi masyarakatnya.

‎Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Gunawan, menuturkan bahwa surat edaran telah didistribusikan ke seluruh kepala sekolah jenjang SD, SMP, dan unit pendidikan lainnya.

Ia menegaskan meskipun tatap muka dihentikan sementara, seluruh sekolah tetap diwajibkan menjalankan PJJ secara terstruktur. Kepala sekolah pun diberi ruang untuk memperpanjang metode daring jika wilayah mereka masih berada pada level risiko tinggi.

‎Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan pendidikan tanpa mengorbankan keselamatan, sekaligus menumbuhkan kesiapsiagaan komunitas sekolah dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlanjut.(BENK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini