Bupati Welly Suhery Peringati Sumpah Pemuda ke-97 Bersama OKP dan Pelajar

0
14
Google search engine

Pasaman, SinarPerbatasan.com — Pemerintah Kabupaten Pasaman menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 bersama Organisasi Kepemudaan (OKP), para pelajar, serta jajaran pemerintah daerah di halaman Kantor Bupati Pasaman, Selasa (28/10/2025).

Bupati Pasaman, Welly Suhery, bertindak sebagai inspektur upacara yang diikuti Forkopimda, pimpinan SKPD, dan ASN. Momen ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya persatuan dan semangat perjuangan pemuda yang telah menjadi fondasi berdirinya Republik Indonesia sejak 1928.

Tahun ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia mengusung tema nasional “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.” Saat membacakan pidato resmi Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, Bupati menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup dalam dada generasi muda, tidak hanya dalam ucapan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

“Kita tidak lagi berjuang dengan bambu runcing, tetapi dengan ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Semangat yang sama harus terus menyala. Indonesia tidak boleh kalah,” tegasnya.

Bupati mengajak para pemuda di Pasaman untuk menjadi generasi yang tangguh, berdaya saing, serta siap berkontribusi membangun daerah. “Pemuda hari ini adalah penentu sejarah berikutnya. Mari buktikan bahwa Pasaman adalah bagian dari bangsa besar yang berdaya,” ujarnya.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

Ia juga menekankan bahwa keberagaman adalah kekuatan Pasaman dalam mewujudkan Pasaman Bangkit. “Keberagaman harus menjadi modal besar di masa mendatang untuk membawa daerah ini melaju lebih tinggi,” kata Welly Suhery.

Dalam refleksinya, Bupati mengingatkan bahwa jika pemuda 1928 mampu keluar dari sikap primordial suku, agama, ras, dan kultur demi persatuan, maka pemuda masa kini harus mampu melampaui batas-batas dunia modern.

“Pemuda harus punya karakter, kreativitas, inovasi, kemandirian, serta kemampuan bersaing di tingkat global,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa momentum Hari Sumpah Pemuda harus menjadi perekat persatuan dan pendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi dan kewirausahaan pemuda.

Pada peringatan di Pasaman tahun ini, jajaran OKP, BEM, dan para pelajar dipercaya sebagai pelaksana upacara. Pembacaan Janji Kesepakatan Pemuda Indonesia 1928 dibawakan oleh Ahmad Bakhri dari GMNI Kabupaten Pasaman, yang juga mahasiswa Institut Teknologi Khatulistiwa. Sementara pembacaan teks UUD 1945 dilakukan oleh Laras, mahasiswa ITS Khatulistiwa, dan paduan suara dipersembahkan para pelajar. (Benk)

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini