Lingga, SinarPerbatasan.Com– Aktivitas perusahaan PT Citra Sugi Aditya (CSA) di Dusun Lokot, Desa Pekaka, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, menuai sorotan. Perusahaan tersebut diketahui tengah melakukan penggarapan lahan untuk perkebunan kelapa sawit.
Namun, berdasarkan video yang beredar dalam beberapa hari terakhir, muncul dugaan penggusuran kebun sagu milik warga setempat.
Sejumlah warga menyatakan kekhawatiran atas aktivitas tersebut. Mereka menilai keberadaan kebun sagu yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat terancam hilang akibat pembukaan lahan.
Bustami, salah satu pemuda Desa Pekaka, mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan langsung serta menyelesaikan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kami meminta pemerintah dan pihak terkait segera hadir untuk melihat kondisi di lapangan dan menyelesaikan masalah ini sebelum menimbulkan konflik yang lebih luas,” ujarnya, Jumat 3 April 2026.
Ia menegaskan bahwa sagu memiliki nilai penting bagi masyarakat Pekaka, tidak hanya sebagai sumber ekonomi, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang telah dikelola secara turun-temurun.
Menurut Bustami, Hasil kebun sagu selama ini menjadi penopang kehidupan warga, termasuk dalam membiayai pendidikan hingga meningkatkan taraf hidup masyarakat, selain itu keberadaan kebun sagu juga berkontribusi dalam melahirkan sumber daya manusia yang kini berkiprah di berbagai sektor di Kepulauan Riau, mulai dari aparatur pemerintahan hingga tenaga pendidik.
Bustami juga menyoroti adanya kekhawatiran masyarakat terkait keberlanjutan lahan mereka. Ia menilai jika persoalan ini tidak segera ditangani secara serius, potensi konflik sosial dapat meningkat.
“Kami berharap ada kejelasan dan perlindungan terhadap lahan masyarakat. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup dan identitas masyarakat,” katanya.
Bustami berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret dan adil guna memastikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat serta mencegah terjadinya konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
Diterbitkan berita ini, media sedang berusaha mengkonfirmasi pihak perusahaan. (Hendra)















