Gerak Cepat Bupati Welly Suheri di Bonjol: Serahkan Bantuan dan Bangun Posko Layanan Warga

0
7
Google search engine

‎‎Pasaman, SinarPerbatasan.com — Bupati Pasaman Welly Suheri bergerak cepat meninjau sejumlah titik banjir dan longsor di Kecamatan Bonjol pada Kamis (27/11/2025), sebuah langkah yang menunjukkan kesigapan Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang terus meningkat beberapa hari terakhir.

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Wakapolres Pasaman, para kepala OPD terkait, Ketua BAZNAS Pasaman, serta Camat Bonjol guna memastikan seluruh upaya penanganan darurat berjalan sesuai prioritas.

‎Dalam peninjauan lapangan itu, Bupati Welly Suheri menyapa langsung para warga terdampak, mendengarkan keluhan mereka, dan memastikan bahwa bantuan serta layanan dasar dapat diterima masyarakat secepat mungkin.

Kehadiran pemimpin daerah dinilai memberi semangat dan rasa aman bagi penduduk yang tengah berjuang menghadapi banjir bandang dan longsor.

‎BPBD Pasaman, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Deseianti, ST., MT., menjelaskan bahwa tingginya curah hujan telah menyebabkan Sungai Alahan Panjang meluap hingga memicu banjir bandang di Jorong Pandam, Nagari Limo Koto, pada Rabu (26/11/2025).

Arus deras sungai juga merendam kawasan Jorong Lungguak Batu, Nagari Koto Kaciak Barat serta Jorong Kampuang Tampang di Nagari Ganggo Mudiak, menambah daftar wilayah yang terdampak parah.

‎Di Jorong Tampang, satu jembatan gantung hanyut terseret air, memutus akses utama masyarakat. Sementara di Jorong Pandam, dua rumah yang berada di tepi sungai hilang terbawa arus.

Puluhan rumah di Jorong Lungguak Batu kembali terendam akibat luapan Batang Sangkut. Kondisi tersebut membuat ratusan warga terpaksa mengungsi, sebagian menuju rumah keluarga, sebagian lagi ke dua masjid setempat yang dijadikan lokasi pengungsian.

‎Data BPBD Pasaman mencatat sebanyak 123 warga terdampak langsung, 70 orang mengungsi di Masjid Raya Pandam, 100 orang berlindung di Masjid Nurul Iman Jorong Lungguak Batu, dan 321 lainnya memilih mengungsi di rumah kerabat yang lebih aman.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

Akses menuju lokasi pengungsian masih sulit dilewati akibat ketinggian air yang belum surut, sementara tim TRC BPBD, Polri, masyarakat, dan perangkat nagari terus melakukan proses pembersihan dan penyaluran bantuan.

‎Di hadapan warga, Bupati Welly menegaskan bahwa prioritas pemerintah adalah memastikan kebutuhan dasar dapat terpenuhi, terutama logistik, layanan kesehatan, serta posko bencana yang mudah dijangkau.

“Kita dirikan posko agar masyarakat cepat mendapatkan layanan, termasuk tenaga medis dan obat-obatan,” ujar Bupati, menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani situasi darurat.

‎Selain itu, ia juga meminta agar kebutuhan mendesak seperti selimut, tikar, dan makanan siap saji segera didistribusikan untuk memastikan kenyamanan warga selama berada di pengungsian.

Bupati menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut dan berharap kondisi cuaca segera kembali stabil untuk mempercepat pemulihan.

‎Lebih jauh, Bupati Welly mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan perbukitan agar tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor susulan, mengingat curah hujan yang belum menunjukkan tanda-tanda menurun. Menurutnya, keselamatan warga adalah prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.

‎Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga memberikan arahan kepada seluruh OPD serta instansi terkait agar terus aktif memberikan bantuan langsung, terutama di titik-titik yang paling terdampak.

Ia kemudian menyerahkan bantuan sembako dan kebutuhan pokok secara simbolis kepada warga yang mengungsi di posko, menandai komitmen pemerintah daerah dalam memberikan dukungan nyata. (BENK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini