Hangatnya Kebersamaan di Gerakan Pangan Murah Polres Natuna, Harga Terjangkau Sehat Terjaga

0
12
Google search engine

Natuna, SinarPerbatasan.com — Pagi itu, Rabu (08/10/2025), udara di Desa Sebadai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur Laut, terasa segar. Sejak pukul sembilan, halaman tempat kegiatan sudah ramai oleh warga yang datang membawa tas belanja dan senyum penuh harap.

Di antara mereka, tampak para ibu rumah tangga dan lansia yang antusias mengikuti Gerakan Pangan Murah yang digelar oleh Satgas Pangan Polres Natuna.

Di meja panjang yang tertata rapi, aneka bahan kebutuhan pokok tersusun, seperti beras, minyak goreng, gula, hingga tepung. Semuanya dijual dengan harga yang jauh lebih bersahabat dibandingkan harga pasar.

“Alhamdulillah, bisa beli beras dan minyak lebih murah. Lumayan buat kebutuhan seminggu ke depan,” ujar Siti, seorang warga yang datang sejak pagi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Natuna menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat menghadapi fluktuasi kebutuhan pokok. Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie, SH., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla menuturkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

“Kami ingin masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, tercatat beras SPHP 25 kilogram, minyak goreng 86 botol (2 liter), gula 33 kilogram, dan tepung 20 kilogram berhasil disalurkan kepada warga. Selain berbelanja, masyarakat juga dapat memeriksakan kesehatan mereka secara gratis melalui posko cek kesehatan yang disediakan di lokasi acara.

Suasana keakraban terasa hangat ketika petugas kepolisian membantu menimbang beras dan melayani warga satu per satu. Anak-anak ikut tersenyum melihat orang tua mereka membawa pulang belanjaan dengan harga miring.

Bagi warga Sebadai Ulu, kegiatan ini bukan sekadar pasar murah. Lebih dari itu, menjadi bukti nyata bahwa polisi tidak hanya hadir untuk menegakkan hukum, tetapi juga menjadi sahabat masyarakat yang peduli dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Dan di tengah kesibukan pagi itu, terselip satu pesan sederhana namun bermakna besar — bahwa kepedulian dan kebersamaan selalu menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan hidup di bumi perbatasan Natuna. (Erwin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini