Tulangbawang, SinarPerbatasan.com – Komisi IV DPRD Tulangbawang mengecam keras dugaan keterlibatan seorang oknum kepala sekolah di Kecamatan Dente Teladas berinisial S yang diduga mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.
Ketua Komisi IV DPRD Tulangbawang, Agus Nurohman, menyatakan keprihatinannya atas dugaan keterlibatan tenaga pendidik dalam penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pukulan bagi dunia pendidikan.
“Seorang guru seharusnya menjadi sosok yang digugu dan ditiru oleh peserta didik. Kami sangat mengecam keras. Tidak ada toleransi jika sudah berkaitan dengan narkoba,” ujar Agus saat dimintai tanggapan terkait beredarnya video yang diduga memperlihatkan oknum kepala sekolah tengah pesta narkoba, Jumat (13/3/2026).
Agus menambahkan, pihaknya selama ini aktif melakukan sosialisasi kepada para pelajar mengenai bahaya narkoba. Oleh karena itu, ia sangat menyayangkan jika justru seorang kepala sekolah terlibat dalam penyalahgunaan barang terlarang tersebut.
“Kami sering turun langsung memberikan sosialisasi kepada peserta didik agar terhindar dari bahaya narkoba. Namun jika benar kepala sekolah justru mengonsumsi narkoba, ini sangat memprihatinkan,” katanya.
Komisi IV DPRD Tulangbawang berencana memanggil Dinas Pendidikan Tulangbawang bersama oknum kepala sekolah yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi.
“Kemungkinan setelah Idul Fitri nanti kami akan memanggil Dinas Pendidikan dan yang bersangkutan untuk dimintai penjelasan. Jika ditemukan bukti kuat, kami akan merekomendasikan agar kasus ini diproses secara hukum,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tulangbawang, Hankam Hasan, saat dimintai tanggapannya terkait persoalan tersebut belum memberikan respons.
Sebelumnya, beredar sebuah video berdurasi 49 detik yang memperlihatkan seorang pria diduga oknum kepala sekolah sedang berada di dalam sebuah ruangan bersama rekannya. Dalam rekaman tersebut, pria itu terlihat menghisap sebuah selang yang diduga digunakan untuk mengonsumsi sabu, sementara rekannya menyalakan korek api.
Oknum kepala sekolah berinisial S membenarkan bahwa pria yang terekam dalam video tersebut adalah dirinya. Namun ia menyebut peristiwa dalam video tersebut merupakan kejadian lama.
“Itu video lama. Kejadiannya di Menggala,” ujar S saat memberikan klarifikasi di Kantor PWI Tulangbawang, Jumat (6/3/2026).
S juga mengaku dirinya dijebak oleh orang yang berada dalam video tersebut.
“Saya dipanggil dan disuruh masuk. Disuruh mengisap, tapi tidak ada barang lagi. Setelah itu saya keluar,” ujarnya.
Suasana klarifikasi sempat memanas karena S sempat melontarkan peringatan kepada wartawan terkait pemberitaan video tersebut.
“Kalian naikin, awas. Saya tuntut kalian karena ini pencemaran nama baik,” katanya. (Mardi)















