Mahasiswa Natuna Turun ke Jalan, Galang Donasi untuk Korban Kebakaran Sedanau

0
45
Google search engine

Natuna, SinarPerbatasan.com – Sore itu, di beberapa sudut jalan utama Ranai, tampak sekelompok mahasiswa mengenakan almamater hijau tua. Mereka berdiri sambil memegang kotak donasi, menyapa setiap pengendara yang melintas.

Senyum tulus dan suara lantang ajakan peduli bencana terdengar jelas, seolah menggema bersama panas terik matahari.

Mereka adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna, yang bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan menggalang dana untuk korban kebakaran di Sedanau.

Tragedi yang meluluhlantakkan rumah-rumah warga itu telah menggugah hati para mahasiswa untuk bergerak, menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas usia maupun latar belakang.

Semangat Kebersamaan

Koordinator lapangan, Naila Erika, menyampaikan bahwa aksi solidaritas ini melibatkan hampir semua organisasi mahasiswa dan komunitas kepemudaan di Natuna. Di antaranya HMI Cabang Natuna, KOHATI Cabang Natuna, Pramuka Kwarcab Natuna, GenRe Natuna, Forum Anak Natuna, hingga Kompasbenua.

“Kami tidak ingin hanya berdiam diri melihat saudara-saudara kita di Sedanau kehilangan tempat tinggal. Inilah saatnya kita hadir, bergandeng tangan untuk membantu,” kata Naila, Rabu (17/9/2025).

Menurutnya, aksi penggalangan dana dilakukan di beberapa titik strategis di Ranai. Sambil membawa kotak donasi, mahasiswa juga menyuarakan pesan moral: bahwa kepedulian sosial harus tumbuh di tengah masyarakat.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

Donasi Lewat Jalan Raya dan Rekening
Selain turun ke jalan, panitia juga membuka rekening di Bank Riau Kepri. Langkah ini diambil untuk memudahkan masyarakat luas, termasuk para perantau Natuna di luar daerah, agar dapat ikut berpartisipasi.

“Kami pastikan seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan langsung ke korban kebakaran. Transparansi menjadi komitmen bersama. Perwakilan organisasi akan ikut mengawal penyaluran agar masyarakat percaya setiap rupiah benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan,” tegas Naila.

Luka Sedanau, Luka Bersama

Kebakaran yang melanda Sedanau beberapa waktu lalu menghanguskan sejumlah rumah warga. Para korban kini kehilangan harta benda dan sangat membutuhkan uluran tangan, mulai dari kebutuhan pokok, pakaian, hingga bantuan dana untuk bangkit kembali.

Naila menambahkan, aksi ini bukan sekadar kegiatan amal, melainkan juga upaya membangun kesadaran sosial di tengah masyarakat.

“Musibah ini bukan hanya tanggung jawab korban, melainkan tanggung jawab kita bersama sebagai saudara. Semoga dengan kepedulian ini, kita bisa sedikit meringankan beban mereka,” ujarnya penuh harap.

Di balik kepulan asap yang pernah menyelimuti Sedanau, kini hadir cahaya kecil dari tangan-tangan muda yang peduli. Sebuah bukti bahwa solidaritas masih hidup, dan Natuna tidak pernah sendiri dalam menghadapi musibah. (Erwin)

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini