Lingga, SinarPerbatasan.com — Kebijakan pemadaman listrik akibat perbaikan darurat mesin pembangkit di PLTD Musai yang berlangsung bertepatan dengan waktu berbuka puasa hingga menjelang salat tarawih menuai kritik dari masyarakat, Minggu (1/3/2026).
Sejumlah warga menilai langkah tersebut menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap kondisi umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Ramadan.
Rentang waktu pemadaman, yakni pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, dianggap sebagai jam paling krusial bagi aktivitas masyarakat, mulai dari persiapan berbuka, makan bersama keluarga, hingga pelaksanaan salat tarawih.
Bagi masyarakat, listrik bukan sekadar fasilitas penunjang, melainkan kebutuhan utama. Tanpa aliran listrik, warga kesulitan menyiapkan hidangan berbuka, menyalakan penerangan rumah, hingga menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Karena itu, pemadaman pada momen sakral Ramadan dipandang bukan semata persoalan teknis, tetapi juga menyangkut empati dan kepedulian dalam pelayanan publik.
Alasan perbaikan darurat pada mesin pembangkit memang dapat dipahami dari sisi teknis. Namun publik mempertanyakan langkah antisipasi yang dilakukan pihak penyedia listrik.
Muncul pertanyaan terkait manajemen mitigasi gangguan, termasuk mengapa perbaikan tidak dijadwalkan di luar jam ibadah utama atau melalui perencanaan pemeliharaan yang lebih matang.
Ramadan merupakan bulan yang sarat nilai spiritual. Ketika listrik padam saat azan magrib berkumandang dan berlanjut hingga waktu tarawih, masyarakat tidak hanya terganggu secara aktivitas, tetapi juga secara batin.
Ibadah yang seharusnya berlangsung khusyuk pun berubah disertai keluhan dan kekecewaan.
Kritik yang muncul dinilai bukan sekadar reaksi emosional, melainkan pengingat agar penyedia layanan publik, termasuk PLN, lebih peka terhadap waktu-waktu sensitif masyarakat.
Kebijakan operasional diharapkan tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga faktor sosial, budaya, dan keagamaan.
Informasi yang beredar menyebutkan, gangguan pada mesin pembangkit PLTD Musai menyebabkan penghentian sementara pasokan listrik di sebagian wilayah Kabupaten Lingga, khususnya di Kecamatan Lingga Utara.
Wilayah terdampak meliputi Kampung Kuit Duara, Kalan, Kukang, Pancur, Senanggai, Pabrik Es, Pulau Lundang, Tanjung Awak, Teregeh, Pulau Sasah, dan sekitarnya.
Pemadaman disebut terjadi akibat perbaikan darurat (emergency) pada mesin pembangkit dengan estimasi pekerjaan berlangsung pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.
Petugas di lapangan dikabarkan berupaya maksimal agar pasokan listrik dapat segera kembali normal, sembari menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Manager PLN (Persero) ULP Dabo Singkep masih dalam proses konfirmasi dan klarifikasi terkait kebijakan serta langkah antisipasi yang dilakukan. (Hendra)














