Oleh : Hasrul Sani Siregar, MA
Alumni Hubungan Antarabangsa IKMAS, UKM Bangi, Selangor Malaysia/
Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau
Singapura hanya bertahan dengan Federasi Malaysia selama 2 tahun dari 16 September 1963 hingga 7 Agustus 1965 dan pada 9 Agustus 1965, Singapura menjadi negara merdeka dan berdaulat.
Sebelumnya Singapura yang di abad ke 19 dikenal dengan sebutan Temasek, sebelum Raffles menemukan pulau tersebut dan juga Sabah dan Sarawak bergabung dalam Federasi Malaysia pada 16 September 1963.
Setelah pisah dari Federasi Malaysia hanya Sabah dan Sarawak yang tetap menjadi bagian dari Federasi Malaysia. Dan diketahui pula setiap tanggal 16 September diperingati sebagai hari Malaysia yaitu bergabungnya Sabah dan Sarawak ke dalam Federasi Malaysia. Sabah dan Sarawak yang terletak di Pulau Borneo (Kalimantan) di sebut juga dengan wilayah Malaysia timur dan di Semenanjung Malaysia dengan Malaysia barat.
Pisah atau dikeluarkannya Singapura dalam federasi Malaysia disebabkan oleh perbedaan idiologi antara Tunku Abdul Rahman Putra dan Lee Kuan Yeuw. Oleh sebab itu, agar jangan terjadi konflik, maka Singapura dikeluarkan Singapura dari Federasi Malaya.
Tunku Abdul Rahman berpandangan jauh ke depan, jika Singapura masih bersama Federasi Malaysia sudah tentu akan terjadi pertentangan dan meninbulkan konflik antara Singapura dan federasi Malaysia.
Yang menarik pisahnya Singapura disebabkan beberapa factor pendukung yaitu pertama, Singapura keluar dan berpisah dari Federasi Malaya dengan sendirinya tanpa kekerasan dan jajak pendapat (referendum) warganya. Namun referensi lain menjelaskan bahwa, Singapura dikeluarkan dari Federasi Malaya akibat pertentangan antara Lee Kuan Yeuw yang diwakili oleh partai PAP dan Tunku Abdul Rahman Putra oleh partai UMNO.
Dalam referensi Wikipedia bisa dibaca bahwa banyak anggota United Malays National Organizational (UMNO) mendesak Pemerintah Federasi Malaysia untuk menangkap Lee Kuan Yeuw.
Jadi pada tanggal 7 Agustus 1965 Tunku Abdul Rahman Putra mengeluarkan Singapura dalam Federasi Malaysia dan secara resmi pula pada tanggal 9 Agustus 1965 Singapura resmi merdeka. Namun di media massa di Singapura menyebutnya keluar dari Federasi Malaya.
Dengan pisahnya Singapura dari Federasi Malaya, maka Lee Kuan Yeuw menjadi Perdana Menteri Singapura pertama dan Yusof Ishak yang dari melayu Malaya menjadi presiden pertama Singapura.
Singapura Negara yang diusir dari federasi Malaysia. Pada tahun 1963, Singapura resmi bergabung dalam federasi Malaysia bersama Sabah dan Sarawak. Namun hubungan tersebut hanya bertahan 2 tahun.
Persaingan idiologi antara UMNO dan PAP, ketegangan etnis melayu dan tionghoa serta sengketa pembagian pendapatan pelabuhan membuat kualalumpur mengambil langkah ekstrim. 7 Agustus 1965, Tunku Abdul Rahman mengusulkan agar Singapura dikeluarkan dari federasi malaysiademi mencegah konflik ras dan politik yang lebih besar, 2 hari kemudian 9 Agustus 1965 parlemen Malaysia memilih memisahkan Singapura tidak ada referendum.
Tidak ada negosiasi panjang. Singapura menjadi Negara merdeka bukan karena keinginannya, tetapi karena keputusan Negara induk yaitu Malaysia.















