SKK Migas–Petrogas Terapkan Teknologi CEOR, Dorong Peningkatan Produksi Minyak Lapangan Walio

0
7
Google search engine

Injeksi Kimia Jadi Terobosan Optimalkan Lapangan Migas Tertua di Papua Barat Daya

Sorong, SinarPerbatasan.com – SKK Migas bersama Petrogas (Basin) Ltd. terus mengupayakan peningkatan produksi minyak nasional melalui penerapan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Walio, Wilayah Kerja (WK) Kepala Burung, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Penerapan teknologi CEOR ini dilakukan melalui Proyek Pilot Walio CEOR, yakni metode peningkatan perolehan minyak dengan cara menyuntikkan bahan kimia tertentu ke dalam reservoir atau lapisan batuan di bawah permukaan bumi.

Metode ini bertujuan mendorong minyak yang masih tersisa agar dapat mengalir dan diproduksikan secara optimal.

Proyek tersebut merupakan bagian dari pemenuhan Komitmen Kerja Pasti (KKP) WK Kepala Burung. Prosesi injeksi perdana secara resmi dilakukan oleh Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, sekaligus menandai dimulainya tahapan penting dalam pengembangan CEOR di Lapangan Walio.

Rikky menyampaikan bahwa injeksi perdana ini menjadi milestone strategis dalam rencana pengembangan CEOR.

Lebih dari sekedar memenuhi komitmen kerja, keberhasilan pilot project ini diharapkan dapat memenuhi kriteria teknis dan ekonomis, sehingga memungkinkan pengembangan CEOR dalam skala komersial ke depan.

“Keberhasilan proyek ini akan membuka peluang penambahan cadangan baru, meningkatkan produksi, serta memperpanjang usia produksi WK Kepala Burung. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh operator, tetapi juga memberikan kontribusi pendapatan bagi negara dan menggerakkan industri serta jasa pendukung sektor hulu migas,” ujar Rikky, Selasa (30/12/2025).

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

Ia juga menegaskan bahwa lokasi lapangan yang tergolong remote bukan menjadi hambatan. Dengan komitmen, dedikasi, dan kerja keras seluruh pihak, seluruh tahapan persiapan proyek dapat dilaksanakan dengan baik.

Lebih lanjut, proyek CEOR Walio diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lain, khususnya yang mengelola lapangan-lapangan potensial EOR di wilayah dengan infrastruktur hulu migas yang lebih mapan seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Sementara itu, President RH Petrogas Companies in Indonesia, Ferry Hakim, menyampaikan bahwa pilot project CEOR ini merupakan wujud komitmen Petrogas (Basin) Ltd. dalam mengoptimalkan produksi minyak di Lapangan Walio.

“Kesuksesan proyek ini akan membuka peluang besar bagi Petrogas untuk memperluas penerapan CEOR, memperkuat rencana jangka panjang peningkatan produksi, serta memaksimalkan oil recovery di wilayah kerja kami,” jelas Ferry.

Secara teknis, pilot project CEOR Walio dilaksanakan dengan pola injeksi lima titik, terdiri dari satu sumur injeksi dan empat sumur produksi.

Injeksi diarahkan ke reservoir Kais, yakni reservoir karbonat yang telah memasuki tahap mature dan telah berproduksi lebih dari empat dekade. Reservoir ini juga dikenal sebagai penghasil minyak utama di WK Kepala Burung.

Pelaksanaan proyek didukung oleh pengoperasian fasilitas permukaan khusus, meliputi unit injeksi surfaktan–polimer, sistem pengolahan air, serta jaringan flowline pendukung.

Secara keseluruhan, implementasi pilot project ini diperkirakan berlangsung selama 30 hingga 35 bulan, mulai dari injeksi awal hingga penyelesaian evaluasi teknis akhir.

Sebagai informasi, Lapangan Walio merupakan salah satu lapangan minyak terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia bagian timur.

Lapangan ini berlokasi sekitar 3 kilometer dari fasilitas Kasim Marine Terminal dan menjadi salah satu area produksi utama di dalam Wilayah Kerja Kepala Burung PSC. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini