Syamsuddin, Penderita Tumor dari Sedanau Natuna Butuh Uluran Tangan Dermawan

0
30
Google search engine

Natuna, SinarPerbatasan.com – Di sebuah rumah sederhana di Sedanau Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna, seorang ayah terbaring lemah. Tubuhnya kian melemah, lehernya bengkak dipenuhi tumor yang terus tumbuh tanpa ampun. Ia adalah Syamsuddin, warga yang akrab disapa Bg Bujong, seorang ayah yang kini tengah berjuang mempertahankan hidupnya.

Dua tahun lalu, Syamsuddin pernah melawan penyakit yang sama. Tumor ganas di leher kirinya berhasil diangkat melalui operasi di RS Awal Bros Batam. Namun, perjuangan itu belum selesai. Dokter menyarankan kemoterapi rutin selama enam bulan.

“Sayangnya, biaya yang besar dan jauhnya jarak Natuna–Batam membuat pengobatan itu tak pernah tuntas,” ujar Adi, salah seorang keluarga dari Syamsudin, saat dikonfirmasi, Senin (22/9/2025) pagi.

Kini, luka lama itu kambuh, Kali ini lebih berat, Tumor muncul kembali, bahkan tumbuh di leher bagian kanan. Rasa sakit terus menghantui, dan tubuhnya semakin lemah.

Di tengah cobaan berat itu, cahaya kecil tetap bersinar. Anak laki-lakinya, M. Reyhan Syahroni, justru mengukir prestasi gemilang di dunia pendidikan. Siswa kelas XI SMKN 1 Bunguran Barat itu baru saja menorehkan sejarah dengan meraih tiga medali nasional di ajang Indonesia Science & Intellect Competition (ISIC) 2025: emas di bidang Kedokteran Dasar, serta dua perak di Biologi dan Bahasa Inggris.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

Bagi Reyhan, prestasi itu bukan sekadar kebanggaan. Ia berharap medali yang digenggamnya bisa menjadi jalan terbukanya perhatian orang-orang baik untuk membantu ayahnya.

“Saya ingin ayah sembuh. Saya ingin beliau tetap ada saat saya meraih cita-cita,” ungkapnya lirih, penuh harap dikutip dari media bursakota

Prestasi Reyhan membuat banyak pihak bangga, termasuk Camat Bunguran Barat, Khaidir, yang turut menyampaikan doa dan kepedulian.

“Prestasi ananda Reyhan luar biasa. Tapi di balik itu, ayahnya sedang berjuang melawan penyakit berat. Mari kita saling bergandeng tangan, membantu semampu kita, agar beliau bisa mendapatkan pengobatan layak,” ujarnya.

Hari-hari Syamsuddin kini penuh dengan rasa sakit dan doa. Ia bukan hanya berjuang melawan penyakit, tetapi juga melawan keterbatasan ekonomi. Namun, satu hal yang membuatnya bertahan adalah harapan pada keluarga, terutama anaknya yang berprestasi.

Kini, saatnya kita hadir. Sekecil apa pun bantuan yang kita berikan, bisa menjadi secercah harapan bagi seorang ayah yang tengah berjuang melawan ganasnya penyakit.

Bagi masyarakat yang ingin menolong, bantuan dapat disalurkan melalui:

BPD Kepri No. Rek 152-21-00818 a.n. Syamsuddin
Konfirmasi transfer: 0812-7673-654

Syamsuddin adalah gambaran nyata bahwa di balik ujian hidup, selalu ada cahaya harapan. Cahaya itu kini menanti untuk dikuatkan oleh kepedulian kita bersama. (Zaki)

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini