Oleh: Hasrul Sani Siregar, MA (Alumni Hubungan Antarabangsa, IKMAS, UKM Bangi Selangor, Malaysia/Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau)
Lengkap sudah keanggotaan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) menjadi 11 negara setelah Timor Leste resmi bergabung sebagai anggota pada 26 Oktober 2025. Keanggotaan tersebut diperoleh setelah Timor Leste menunggu sekitar 14 tahun sejak mengajukan permohonan menjadi anggota ASEAN pada tahun 2011. Dengan masuknya Timor Leste, maka seluruh negara yang berada di kawasan Asia Tenggara kini telah menjadi bagian dari organisasi regional tersebut.
Sebagai anggota baru, Timor Leste diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kerja sama regional ASEAN, baik dalam bidang ekonomi, politik, keamanan, maupun sosial-budaya. ASEAN sendiri memiliki komitmen untuk terus menjaga stabilitas kawasan, memperkuat integrasi ekonomi, serta meningkatkan kerja sama antarnegara anggota dalam menghadapi berbagai tantangan global dan ancaman dari luar kawasan.
ASEAN didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh lima negara pendiri, yaitu Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura. Organisasi ini dibentuk sebagai wadah kerja sama regional untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, serta pengembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara, sekaligus menjaga stabilitas dan perdamaian regional.
Seiring berjalannya waktu, ASEAN terus mengalami perluasan keanggotaan. Brunei Darussalam menjadi anggota keenam pada 8 Januari 1984, disusul oleh Vietnam pada 28 Juli 1995. Selanjutnya Laos dan Myanmar bergabung pada 23 Juli 1997, dan terakhir Kamboja menjadi anggota pada 30 April 1999. Dengan bergabungnya Timor Leste pada tahun 2025, maka ASEAN kini memiliki 11 negara anggota.
Sejak awal berdirinya, Deklarasi Bangkok menekankan pentingnya kerja sama regional melalui usaha bersama dalam memajukan pembangunan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, ASEAN juga bertujuan memperkuat perdamaian dan stabilitas kawasan melalui penghormatan terhadap prinsip kedaulatan negara, non-intervensi, dan penyelesaian sengketa secara damai.
Sebagai salah satu negara pendiri ASEAN (founding countries), Indonesia masih dianggap memiliki pengaruh yang cukup besar dalam dinamika kerja sama regional di Asia Tenggara. Peran Indonesia sering dipandang penting dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan kawasan, serta dalam menjembatani kepentingan antarnegara anggota ASEAN.
Salah satu faktor yang membuat Indonesia memiliki pengaruh signifikan di kawasan Asia Tenggara adalah jumlah penduduk yang besar, wilayah geografis yang luas, serta potensi ekonomi yang terus berkembang. Dengan berbagai keunggulan tersebut, Indonesia dapat memainkan peran strategis dalam mendorong stabilitas politik dan ekonomi di kawasan. Selain itu, pasar domestik yang besar serta hubungan perdagangan internasional yang luas menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi penting di ASEAN.
Oleh sebab itu, Indonesia masih menjadi salah satu negara yang diharapkan dapat memimpin dan memperkuat kerja sama di antara negara-negara ASEAN. Dalam konteks ini, seluruh anggota ASEAN perlu bekerja sama untuk mewujudkan ASEAN Community Vision 2045, yaitu visi jangka panjang yang bertujuan menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang tangguh, kompetitif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Dalam memperkuat kerja sama regional, ASEAN juga menjalin kemitraan dengan berbagai negara di luar kawasan. Beberapa forum dialog strategis ASEAN dengan mitra global antara lain melalui East Asia Summit (EAS) yang melibatkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan India. Forum ini menjadi salah satu wadah penting bagi dialog strategis terkait isu-isu regional dan global.
Selain itu, ASEAN juga memiliki berbagai forum dan mekanisme kerja sama internal yang meliputi:
ASEAN Political-Security Community (APSC) Council
ASEAN Economic Community (AEC) Council
ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC) Council
ASEAN Foreign Ministers’ Meeting (AMM)
ASEAN Economic Ministers’ Meeting (AEM)
ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM)
ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC)
Melalui berbagai forum tersebut, ASEAN berupaya memperkuat koordinasi dan dialog antarnegara anggota dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat regional maupun global.
Visi Komunitas ASEAN 2045 menekankan pembangunan masa depan kawasan yang tangguh, inovatif, dinamis, dan berpusat pada rakyat (people-centered). Visi ini juga menekankan pentingnya kerja sama regional dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta menjaga stabilitas politik, keamanan, dan ekonomi kawasan.
Dengan semakin luasnya keanggotaan ASEAN, organisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kontribusi kolektif dalam menghadapi berbagai isu global seperti perubahan iklim, keamanan maritim, perdagangan internasional, serta konflik geopolitik. Dalam konteks ini, kehadiran Timor Leste sebagai anggota baru diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan integrasi kawasan.
Ke depan, ASEAN tidak hanya diharapkan mampu menyelesaikan berbagai persoalan di antara negara-negara anggotanya sendiri, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan kontribusi terhadap penyelesaian konflik dan permasalahan internasional, seperti konflik di Timur Tengah, ketegangan di Asia Selatan antara India dan Pakistan, serta sengketa wilayah di Laut China Selatan.
Dengan demikian, bergabungnya Timor Leste ke dalam ASEAN merupakan langkah penting dalam memperkuat integrasi kawasan Asia Tenggara. Hal ini juga menjadi simbol bahwa ASEAN semakin solid sebagai sebuah komunitas regional yang berlandaskan semangat “Eleven Nations, One Community.”















