Mahasiswa STAI Natuna Turun ke Jalan, Ulurkan Kepedulian untuk Nenek Maryani Korban Kebakaran

0
10
Google search engine

Natuna, SinarPerbatasan.com – Kepedulian sosial kembali ditunjukkan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna. Sejumlah organisasi mahasiswa turun langsung ke jalan menggelar aksi penggalangan dana bagi Maryani (67), seorang lansia korban kebakaran di Gang Air Payang, Kelurahan Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Senin (9/2/2026) lalu.

Aksi kemanusiaan ini berlangsung pada Jum’at sore, mulai pukul 15.30 WIB hingga 17.15 WIB, di empat titik strategis, yakni lampu merah Pasar Lama, lampu merah Bendarsyah, depan Tourism Information Center (TIC), dan Pantai Piwang.

Penggalangan dana ini melibatkan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Natuna, Surat Kabar Mahasiswa (SKM), Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) STAI Natuna, serta Forum Anak Natuna (FAN).

Mereka bahu-membahu menyapa pengguna jalan dan masyarakat, mengajak untuk berbagi kepedulian.

Peristiwa kebakaran yang menimpa Nenek Maryani menyisakan duka mendalam. Rumah satu-satunya yang menjadi tempat berteduh sekaligus menyimpan kenangan hidupnya hangus dilalap si jago merah.

Sejak saat itu, ia harus menghadapi hari-hari sulit tanpa tempat tinggal yang layak.

Mahasiswa Hadir Meringankan Beban

Koordinator lapangan kegiatan, Melati, mahasiswa STAI Natuna, menyampaikan bahwa aksi ini lahir dari rasa empati dan tanggung jawab sosial mahasiswa terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu Ibu Maryani, seorang lansia yang kehilangan rumah akibat kebakaran. Kami mengajak mahasiswa dan masyarakat Natuna untuk ikut turun tangan, baik dengan tenaga maupun melalui donasi, agar bisa meringankan beban beliau,” ujarnya.

Melati berharap, kepedulian semacam ini dapat terus tumbuh dan menjadi kebiasaan, khususnya di kalangan mahasiswa.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

“Semoga apa yang terkumpul bisa membantu kebutuhan beliau, dan semoga ke depan kita semua selalu tergerak membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Sapitri, mahasiswa STAI Natuna yang turut terlibat dalam aksi tersebut. Menurutnya, mahasiswa harus hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan.

“Mahasiswa harus terlibat ketika masyarakat kita tertimpa bencana. Saya berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat benar-benar terbantu,” ungkapnya.

Presiden Mahasiswa: Kuliah Harus Dibarengi Jiwa Sosial

Sementara itu, Muhammad Raus, Presiden Mahasiswa STAI Natuna, mengapresiasi antusiasme masyarakat Natuna yang telah ikut berbagi rezeki dalam aksi penggalangan dana tersebut.

“Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada masyarakat Natuna yang telah bersedekah dan berbagi untuk saudara kita yang membutuhkan. Terima kasih juga kepada mahasiswa STAI Natuna yang telah menyumbangkan tenaga sehingga kegiatan ini berjalan lancar,” ujarnya.

Raus menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial.

“Mahasiswa harus peka terhadap kondisi sosial. Kuliah bukan hanya soal teori, tetapi juga tentang memupuk jiwa kemanusiaan. Untuk apa ijazah menumpuk kalau rasa kepedulian tidak pernah kita pupuk,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah membantu mengatur arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung, sehingga aksi berjalan aman dan tertib.

Terkumpul Rp7,5 Juta

Dari hasil penggalangan dana tersebut, mahasiswa berhasil mengumpulkan Rp7.564.000.

Dana ini rencananya akan disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan Nenek Maryani pascakebakaran.

Kegiatan penggalangan dana ditutup dengan sesi foto bersama, sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian mahasiswa STAI Natuna terhadap sesama. (Erwin)

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini