
SINARPERBATASAN.COM, BUTON TENGAH — Semangat gotong royong di Kabupaten Buton Tengah kini menemukan bentuk barunya. Dari ruang-ruang kantor pemerintahan, sekolah, hingga dapur rumah warga, muncul kesadaran baru: membantu keluarga berisiko stunting bukan hanya tugas pemerintah, tapi kewajiban moral bersama.
Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), pemerintah daerah mengajak semua pihak — dari tokoh agama, lembaga vertikal, organisasi perempuan, hingga masyarakat umum — menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang sederhana tapi berdampak besar.
Langkah ini ditegaskan lewat Surat Edaran Bupati Buton Tengah Nomor 400.13/329/2025, tindak lanjut dari Keputusan Bupati Nomor 302 Tahun 2025 tentang pembentukan Tim Pengendali Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Gerakan ini menjadi bagian integral dari program nasional Bangga Kencana dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang menjadi prioritas utama pembangunan daerah tahun 2025.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Buton Tengah, Thamrin, mengatakan bahwa GENTING adalah bentuk nyata kepedulian lintas sektor terhadap masa depan anak-anak Buton Tengah.
“Kita ingin semua unsur bergerak bersama. Pemerintah, lembaga vertikal, hingga masyarakat, semua punya peran. Karena mencegah stunting tidak cukup dengan sosialisasi, tapi dengan aksi nyata dan rasa saling peduli,” jelasnya.
Sebagai bentuk transparansi, Dinas P2KB bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Buton Tengah membuka rekening khusus di Bank Sultra atas nama BAZNAS BUTENG (Sedekah GENTING). Dana yang masuk akan dikelola secara terbuka dan disalurkan langsung kepada Keluarga Berisiko Stunting (KRS) melalui mekanisme yang akuntabel dan berbasis data.
Menurut Thamrin, gerakan ini bukan sekadar program pengumpulan dana, tapi juga ruang solidaritas yang menumbuhkan rasa empati.
“Kadang yang dibutuhkan bukan sekadar uang, tapi perhatian. Saat ada yang peduli, ibu-ibu merasa tidak sendirian. Dan di situlah semangat perubahan lahir,” ujarnya.
Program GENTING juga terhubung dengan kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dan penguatan Kampung Keluarga Berkualitas di setiap kecamatan. Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga, edukasi pola asuh anak, serta kegiatan pemberdayaan berbasis masyarakat.
Bupati Buton Tengah, Azhari, menegaskan bahwa GENTING adalah gerakan moral yang harus hidup di hati setiap warga Buton Tengah.
“Ini bukan sekadar program pemerintah. Ini gerakan hati — bentuk cinta kita kepada generasi masa depan. Kalau hari ini kita menolong satu anak tumbuh sehat, maka kita sedang menolong masa depan Buton Tengah,” katanya.
Gerakan GENTING kini mulai menjelma menjadi simbol baru semangat gotong royong di tanah Buton Tengah. Di balik setiap sedekah yang dititipkan, tersimpan harapan: agar tidak ada lagi anak yang tumbuh tanpa gizi, tanpa perhatian, dan tanpa masa depan. (Advetorial)
Reporter: Sadly













