TNI AU AMPUH, Donasi dari Natuna Terbang Menembus Jarak untuk Korban Bencana di Sumatera

0
5
Google search engine

Natuna, SinarPerbatasan.com – Di bawah langit pagi Natuna yang mulai menguning, deru mesin pesawat CN-295 A-2903 pelan-pelan mengisi udara di Main Apron Lanud Raden Sadjad, Kamis (4/12/2025).

Bukan penerbangan latihan, bukan pula misi operasi, melainkan sebuah perjalanan kemanusiaan yang mengangkut harapan dan kepedulian masyarakat Natuna untuk saudara-saudara mereka yang sedang dirundung bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Di sisi landasan, beberapa aktivis muda tampak saling bantu mengangkat karung-karung besar berisi pakaian layak pakai. Ada pakaian anak, pakaian dewasa, celana, selimut, hingga mukena dan sajadah.

Semua itu, total 1.567 kilogram, merupakan sumbangan tulus masyarakat Natuna yang digalang lewat open donasi oleh para aktivis dan difasilitasi penuh oleh Lanud RSA.

“Ini amanah dari masyarakat. Kami pastikan semuanya tiba dan tersalurkan ke daerah terdampak,” ujar Komandan Lanud RSA, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., setelah menerima secara langsung donasi tersebut.

Di sampingnya, Sekda Natuna H. Boy Wijanarko Varianto serta unsur Forkopimda tampak hadir memberi dukungan.

Misi kemanusiaan ini sekaligus menjadi cerminan dari visi Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M.—TNI AU AMPUH: Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis. Dan pagi itu, kata “humanis” terasa begitu nyata.

Terbang Membawa Kepedulian

Pesawat CN-295 yang diawaki Kapten Pnb Ryan Parafoila sebagai Penerbang I, Lettu Pnb Ekhatulistiwa Yudha sebagai Penerbang II, serta Letda Pnb M. Raihan Ananta, berdiri kokoh sebelum akhirnya membawa ratusan kilogram bantuan tersebut menuju Lanud Halim Perdanakusuma untuk diteruskan ke wilayah bencana.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

Bagi para penerbang, misi ini bukan sekadar membawa logistik, tetapi membawa semangat kebersamaan dari titik paling utara Indonesia.

“Kalau untuk kemanusiaan, kami siap terbang kapan saja,” ungkap salah satu kru sebelum naik ke kokpit.

Solidaritas yang Menyatukan

Open donasi ini bermula dari keresahan para aktivis Natuna melihat bencana yang melanda beberapa provinsi di Sumatera.

Tanpa menunggu lama, mereka bergerak dari kampung ke kampung, dari sekolah ke sekolah, mengajak warga ikut membantu.

Responsnya luar biasa. Hanya dalam beberapa hari, gudang kecil tempat mereka mengumpulkan bantuan sudah tidak muat lagi.

Dengan menggandeng TNI AU melalui Lanud RSA, donasi itu akhirnya bisa dikirim cepat dan aman ke wilayah bencana.

“Ini bukti bahwa masyarakat dan TNI AU bisa berdiri bersama dalam situasi apa pun,” kata salah satu aktivis.

Jarak Tak Menghalangi Empati

Ketika pesawat akhirnya melaju dan mengangkat moncongnya ke udara, beberapa petugas Lanud RSA dan para aktivis melambaikan tangan.

Ada harapan besar bahwa apa yang terbang hari itu bukan hanya pakaian, selimut, atau sajadah, melainkan rasa persaudaraan yang melintasi jarak.

Di Natuna, pulau yang kerap disebut berada di beranda depan Indonesia, kepedulian ternyata tetap dekat dan hangat.

Misi kemanusiaan ini, sekali lagi, membuktikan bahwa TNI AU bukan hanya penjaga udara, tetapi juga penjaga kemanusiaan. (Erwin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini