Benahi Drainase Runway, Lanud Raden Sadjad Perkuat Keselamatan Penerbangan di Natuna

0
7
Google search engine

Natuna, SinarPerbatasan.com – Di ujung utara Indonesia, tepatnya di Natuna yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara, denyut aktivitas penerbangan terus meningkat. Baik penerbangan militer maupun sipil, semuanya bergantung pada satu hal yang sama: keselamatan. Di sinilah peran Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA) menjadi krusial.

Minggu pagi (19/4/2026), suasana di sekitar runway Lanud Raden Sadjad tampak berbeda. Deru alat berat memecah keheningan, menandai dimulainya penataan area drainase runway paralel. Kegiatan ini bukan sekadar pekerjaan teknis biasa, melainkan langkah strategis untuk memastikan setiap proses lepas landas dan pendaratan berlangsung dengan aman.

Fokus utama penataan berada pada timbunan material pasir yang sebelumnya menumpuk di sepanjang drainase. Akumulasi tersebut dinilai berpotensi mengganggu jarak pandang dari menara pengawas menuju runway—sebuah aspek vital dalam sistem pengawasan penerbangan.

Komandan Lanud Raden Sadjad, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, turun langsung memastikan pekerjaan berjalan optimal. Dengan mengerahkan alat berat, tim melakukan perataan material guna mengembalikan fungsi drainase sekaligus membuka kembali visibilitas yang sempat terhalang.

https://www.sinarperbatasan.com/wp-content/uploads/2024/03/WhatsApp-Image-2024-03-20-at-21.06.11-6.jpeg

“Ini bagian dari upaya kami menjaga standar keselamatan penerbangan, terutama di wilayah yang memiliki nilai strategis seperti Natuna,” menjadi semangat yang tercermin dari langkah tersebut.

Di lapangan, pengawasan juga dilakukan secara ketat. Kepala Dinas Operasi Lanud RSA Kolonel Pnb Dion Aridito melalui Kepala Seksi Base Operations Kapten Lek M. Basori memastikan setiap tahapan pekerjaan sesuai dengan prosedur operasional penerbangan. Tidak ada ruang untuk kompromi ketika menyangkut keselamatan.

Lebih dari sekadar pembenahan fisik, kegiatan ini mencerminkan komitmen Lanud RSA dalam menjaga kesiapan fasilitas operasional di wilayah perbatasan. Dengan meningkatnya frekuensi penerbangan, kebutuhan akan infrastruktur yang andal menjadi semakin mendesak.

Hasilnya pun mulai terasa. Area runway kini lebih tertata, jarak pandang dari tower semakin terbuka, dan pengawasan penerbangan dapat dilakukan dengan lebih optimal. Semua itu bermuara pada satu tujuan: memastikan setiap penerbangan di langit Natuna berlangsung dengan aman dan terkendali.

Di tengah tantangan geografis dan strategis wilayah perbatasan, langkah kecil seperti penataan drainase ternyata memiliki dampak besar. Dari landasan yang dibenahi, kepercayaan terhadap keselamatan penerbangan pun ikut terbang lebih tinggi. (Erwin)

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini